← Beranda
Taman Tropis dan Walkway sebagai Penghubung di RM House, Cianjur
M. Salsabil AdnSenin, 25 Maret 2024 | 12.42 WIB
KORIDOR HIJAU: Walkway atau jalur berjalan kaki dari rumah existing menuju bangunan baru. Gemercik air kolam menambah perasaan nyaman saat melintasinya.

Pemilik rumah di Cianjur, Jawa Barat, ini ingin memperluas bangunan ke arah belakang. Arsitek Erwin Kusuma dan Regina Winarni mendesain bangunan extension yang fungsional, estetis, dan terhubung dengan rumah existing.

ALIH-alih memperpanjang bangunannya secara langsung, Erwin memutuskan untuk membuat bangunan baru di bagian batas belakang lahan. Konsep itu menghasilkan adanya lahan kosong antara rumah baru dan bangunan existing.

Area itulah yang dimanfaatkan sebagai taman tengah berkonsep tropis. ’’Dengan cara ini, penghuni rumah lama dan baru bisa menikmati area dengan porsi yang sama,” tutur Erwin, founder firma arsitektur e.Re Studio.

PR selanjutnya adalah bagaimana agar dua bangunan itu tetap terhubung. Erwin lantas membuat satu walkway atau koridor semi terbuka pada taman tersebut. Walkway dibangun di atas kolam ikan memanjang yang mengantarkan pemilik dari rumah lama ke bangunan baru atau sebaliknya. Atapnya berupa kisi-kisi kayu yang menciptakan bayangan indah ketika terpapar sinar matahari.

Gemercik air kolam yang mengalir membuat suasana terasa nyaman. ’’Karena jalur jalan kaki ini elemen krusial, secara visual harus ’mengundang’, menarik,’’ jelasnya. Sementara itu, bagian belakang rumah lama pun di-touch up agar tampilannya senada dengan rumah baru.

Erwin menyatakan, perombakan itu bertepatan dengan bencana gempa bumi pada 2022 yang mengakibatkan kerusakan cukup parah pada bangunan rumah existing. ’’Desain lama, tapi secara tampilan lebih rapi dan match dengan yang baru,’’ katanya, menyebut RM House berdesain modern.

Kebutuhan fungsional rumah diterjemahkan dalam konsep ruangan open-plan. Dari ruang makan, ruang keluarga, pantry, hingga tangga dibuat tanpa sekat. Tidak ada ruangan yang terputus dengan ruangan lain. Dengan demikian, ruangan terkoneksi secara fisik dan visual, juga terasa lebih lapang.

Erwin juga berusaha mengaburkan batas antara indoor dan outdoor pada rumah ini. Kuncinya adalah membuat bukaan sebanyak mungkin. Dengan begitu, taman bisa dinikmati dari ruangan mana pun. ’’Dua pekan lalu saya ketemu owner, mereka sangat senang, bisa rileks karena merasa di luar ruangan meski sedang di dalam, tidak sumpek,” terangnya.

Untuk memperkuat kesan dekat dengan alam, Erwin banyak menggunakan material kayu. Mulai kisi-kisi kayu bengkirai hingga lantai kayu ulin. Dominasi kayu itu juga menambah nuansa hangat. ’’Feel-nya pun sedikit banyak seperti resor,” pungkas Erwin. (adn/c12/nor)

---

Baca Juga: MH House Terapkan Beda Karakter Fasad Depan dan Belakang

HIGHLIGHTS

Void

Foto: Yudid Hertanto via e.Re Studio
Foto: Yudid Hertanto via e.Re Studio

Terdapat void yang menghubungkan lantai 1 dan 2. Selain menjadi koneksi visual antarlantai, sirkulasi udara lebih lancar lantaran menarik dan mengeluarkan angin dari berbagai sisi.

Orientasi ke Taman

KORIDOR HIJAU: Walkway atau jalur berjalan kaki dari rumah existing menuju bangunan baru. Gemercik air kolam menambah perasaan nyaman saat melintasinya.
KORIDOR HIJAU: Walkway atau jalur berjalan kaki dari rumah existing menuju bangunan baru. Gemercik air kolam menambah perasaan nyaman saat melintasinya.

Lantai 2 difungsikan sebagai area privat. Meski demikian, ruang kamar tetap berorientasi ke taman berkat banyaknya bukaan.

Tangga ’’Melayang’’

Tangga Melayang
Tangga Melayang

Menyeimbangi konsep open-plan pada lantai 1, tangga pun dibuat ’’tipis’’. Pijakan kaki dibuat seolah melayang. Railing terbuat dari kaca yang membuat ruangan terasa lebih luas.

---

RM House

  • Arsitek: Erwin Kusuma & Regina Winarni (e.Re Studio)
  • Kontraktor: M. Subagyo & Yoga Irawan
  • Kontraktor interior: Black Cat Interior Bandung
  • Luas tanah: 430 meter persegi
  • Luas bangunan: 350 meter persegi
  • Lokasi: Cianjur
EDITOR: Ilham Safutra