JawaPos.com - Mode pesawat adalah pengaturan di perangkat handphone, tablet, dan laptop yang menghentikan sementara sinyal radio, Wifi, jaringan seluler, dan Bluetooth.
Pada dasarnya, dengan mengaktifkan mode pesawat, tidak akan dapat melakukan atau menerima panggilan, mengirim pesan teks, dan mengakses internet.
Meskipun mode pesawat aktif, perangkat tersebut masih berfungsi seperti biasa. Masih dapat mengakses musik, video, atau permainan yang telah disimpan sebelumnya.
Mengaktifkan dan menonaktifkan mode pesawat cukup sederhana, hanya tinggal menekan ikon mode pesawat di panel notifikasi.
Mengaktifkan mode pesawat akan membuat perangkat otomatis memutuskan koneksi Wifi, Bluetooth, dan jaringan seluler.
Dilansir dari laman Indian Express, Federal Aviation Administration (FAA) meminta organisasi standar industri independen yaitu Radio Technical Commission for Aeronautics (RTCA) untuk mempelajari dampak perangkat elektronik pada pesawat terbang.
Hasilnya RTCA tidak menemukan gangguan dan akibat terkait penggunaan perangkat elektronik pada pesawat terbang.
Dari hasil tersebut, FAA merekomendasikan maskapai penerbangan untuk mengizinkan penumpang menggunakan perangkat game, musik, dan laptop saat berada di pesawat.
Namun, demi tindakan pencegahan, perangkat elektronik disarankan untuk dimatikan atau berada dalam mode pesawat saat mendarat dan lepas landas.
Alasan staf maskapai penerbangan untuk meminta mematikan perangkat elektronik atau mengaktifkan mode pesawat karena perangkat tersebut memancarkan sinyal nirkabel.
Sinyal nirkabel tersebut memancarkan gelombang radio dan interfensi elektromagnetik yang berpotensi mengganggu perangkat komunikasi pesawat.
Gangguan ini berpotensi memblokir frekuensi radio dan membuat pilot kebingungan saat berkomunikasi dengan pengatur lalu lintas udara.
Ketika pilot tidak dapat berkomunikasi dengan pengatur lalu lintas udara, dapat menyebabkan sesuatu hal yang buruk.
Inilah yang alasan penting adanya sebuah mode pesawat, yang digunakan oleh berbagai negara di belahan dunia.
Meskipun secara teknis, koneksi jaringan seluler saat berada di atas ketinggian 36 ribu kaki, koneksi tidak akan bagus bahkan tidak bisa ditemukan.
Dikutip dari laman Afar pada (11/11), seperti yang dijelaskan oleh Sven Bilen, profesor teknik dirgantara di Pennsylvania State University, jika pesawat cukup rendah, panggilan seluler mungkin tersambung, tetapi dilakukan ping ke menara seluler yang berbeda saat pesawat bergerak sehingga koneksi tidak bagus dan dapat mengganggu jaringan darat.
Membiarkan perangkat elektronik dalam mode seluler pun hanya akan menghabiskan pemakaian baterai.
Salah satu keuntungan lain mengubah setelan perangkat ke dalam mode pesawat adalah pemakaian baterai yang lebih lama.
Mode pesawat dapat menghemat pemakaian daya yang berdampak pada hematnya pengurangan baterai.
Mode pesawat juga dapat digunakan saat ingin beristirahat setelah kelelahan bekerja, karena mematikan segala sinyal termasuk jaringan seluler.