BANYAK jenis olahraga yang bisa menjadi ajang aktualisasi anak muda di Indonesia. Salah satu cara berbeda diperlihatkan Suci Mulyani, siswi SMAN 1 Menganti, Gresik, yang akan menjadi salah satu wakil Indonesia di Motocross Grand Prix (MXGP) 2017.
Nuris Andi Prastiyo, Jakarta
PROSES tidak akan mengkhianati hasil. Itulah sebuah kalimat yang menjadi pegangan Suci Mulyani, crosser muda asal Gresik yang menjadi salah satu delegasi Indonesia untuk tampil di seri 2 MXGP 2017 di Pangkal Pinang, 5 Maret mendatang.
Suci bersama sembilan crosser lain akan menjadi wakil Indonesia untuk tampil di ajang dunia motocross tersebut. Yang menarik, Suci masih berstatus sebagai pelajar kelas X di SMAN 1 Menganti. ’’Untung, pihak sekolah juga mendukung hobi saya ini,’’ jelasnya.
Dia mempersiapkan diri dengan serius untuk menghadapi ajang kelas dunia pertamanya itu. Namun, di MXGP Women, Suci diharuskan turun di kelas 250 cc, kelas baru yang kini terus dia kuasai. Sebab, sebelumnya, dalam sejumlah kejurnas, Suci selalu tampil di kelas 85 cc.
Sebagai salah satu crosser putri Indonesia, dia layak mendapatkan apresiasi. Kans mendulang prestasi juga terbuka lebar. Meski begitu, dia mengaku ajang dunia pertamanya nanti menjadi modal besar untuk mendapatkan pengalaman balap. ’’Saya terus belajar. Semoga dapat kesempatan main pada tahun berikutnya,’’ katanya.
Suci mendapatkan pengawasan langsung dari legenda balap Gresik, Momo Harmono, 62. Keberuntungan itu sulit didapatkan pembalap lain. Nama legendaris di dunia balap motor nasional tersebut tak lain adalah kakeknya.
Dalam seminggu, setidaknya empat kali Suci menjalani latihan yang dilakukan secara bergiliran di beberapa sirkuit di Gresik dan Mojokerto. Hobi ekstrem itu dilakoninya sejak kecil. Seiring dengan berjalannya waktu, dia tekun berlatih dan mengikuti berbagai kejuaraan. Bahkan, saat memasuki kelas 6 SD, dia menjajal kerasnya kompetisi di kejurnas.
Menurut Haji Momo –sapaan karib Momo Harmono– sirkuit yang akan dihadapi Suci nanti lebih mudah daripada track yang biasa dia gunakan dalam latihan. ’’Dua kali dalam seminggu kami memakai dua sirkuit berbeda. Kadang di Gresik, kadang di Tanjungan, Mojokerto,’’ ungkapnya. Momo mengakui, pembalap Indonesia, terutama di sektor putri, memiliki peluang untuk mendulang prestasi di pentas dunia. ’’Setidaknya masuk 10 besar saya masih yakin,’’ ucapnya.
Status sebagai pelajar dan crosser menjadi dua dunia yang bertolak belakang. Apalagi, Suci berstatus sebagai pelajar putri. Tampilannya saat di sekolah dan lintasan berbeda 180 derajat. Sekali lagi, dia merasa beruntung berada di lingkungan yang cukup kondusif untuk mendukung pencapaian prestasinya.
Menghadapi crosser putra terlalu sering dia lakoni saat tampil di kejurnas kelas 85 cc. Namun, kini dia harus beradaptasi dengan mesin motor 250 cc yang mesti ditunggangi saat tampil di MXGP.
Lantas, sebagai pelajar, bagaimana dia mengatur waktu antara belajar dengan berlatih? Suci menjelaskan, setiap pulang sekolah, dirinya langsung bergegas menuju sirkuit untuk berlatih bersama sang kakek, Haji Momo. Dispensasi yang diberikan pihak sekolah juga membuat dia lebih leluasa dalam berlatih.
Di MXGP 2017, Suci menjadi satu di antara dua perempuan Indonesia yang akan tampil. Selain Suci, ada Sheva Anella Ardiansyah, crosser muda Jogjakarta, yang juga akan membawa nama Indonesia di pentas dunia tersebut. (*/c5/ady)