
KEJUARAAN CATUR: Sejumalh pecatur kelas dunia tengah berkonsentrasi dalam turnamen catur dunia yang diadakan di Solo Paragon Hotel, Kamis (26/7)
JawaPos.com - Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) membuka pintu bagi Dadang Subur, pemilik akun Dewa Kipas dalam chess.com, untuk bergabung dalam organisasi tersebut.
"PB Percasi sangat welcome. PB Percasi adalah rumah catur kita, jadi siapa pun yang ingin bermain siapa pun yang merasa hebat boleh datang ke PB Percasi, kita sangat menerima dengan sangat, sangat baik," kata anggota Dewan Pembina PB Percasi Eka Putra Wirya dalam konferensi pers virtual, Jumat (12/3), seperti dikutip dari Antara.
Sepekan belakangan, pemberitaan tentang kasus akun Dewa Kipas yang memenangkan pertandingan melawan pecatur luar negeri IM Levy Rozman (USA) dengan nama akun GothamChess ramai diperbincangkan.
Hal ini muncul saat akun Dewan Kipas di-banned oleh chess.com yang kemudian mengakibatkan netizen Indonesia melontarkan komentar "menyerang" dalam akun medsos GothamChess dan chess.com, seperti di Twitter, Instagram ,dan juga YouTube karena tidak terima akun Dewa Kipas di-banned.
"Kejadian ini membuat kita sedih, dalam arti persoalan ini bisa melebar ke mana-mana, tapi tentunya ini sekaligus untuk mengedukasi semua pemain-pemain online," kata Eka.
Hendry Djamal dari Komisi Catur Sekolah PB Percasi mengatakan turnamen yang diikuti Dewa Kipas adalah turnamen tidak resmi atau bukan berada di bawah bendera badan catur dunia.
Hal senada disampaikan oleh Kabid Pembinaan dan Prestasi PB Percasi Kristianus Liem. Menurut dia pertandingan yang dilakukan Dewa Kipas bersifat pribadi sehingga tidak ada kepentingan bagi PB Percasi untuk menanyakan masalah ini kepada chess.com atau kepada federasi Amerika.
"Ini event yang sangat pribadi, bukan event seperti Piala Asia, Olimpiade online, kalau kejadiannya dalam event seperti itu, tentu PB Percasi akan menjadi organisasi pertama yang akan meminta kejelasan," ujar Kristianus.
PB Percasi, menurut Kristianus, telah memiliki sistem rekrutmen yang sistematis, terbukti dengan prestasi yang telah diraih. Percasi juga memiliki kejuaran dan event bersifat terbuka. "Sangat gampang jika seorang berprestasi sehingga ingin masuk tim nasional, misalnya. Itu jenjangnya ada, itu yang diikuti," kata Kristianus.
"Enggak bisa main di pertandingan pribadi seperti itu terus merasa dirinya layak menjadi pemain nasional, misalnya. Kita ada prosedurnya, ada tingkatannya untuk sampai ke tim nasional," tegas dia. (*)
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=4CAOGcsElzE

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Gelombang Dukungan untuk Nicko Widjaja Menguat Usai Tuntutan 11 Tahun
17 Kuliner Gado-Gado Paling Laris di Jakarta, Cocok untuk Makan Siang Bersama Teman dan Keluarga
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
