Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 10 Maret 2017 | 07.07 WIB

Sayang, Surabaya tak Punya GOR Khusus Bola Voli

Tim Jakarta Pertamina Energi menjadikan GOR Kertajaya Surabaya sebagai markas pada Proliga 2017. - Image

Tim Jakarta Pertamina Energi menjadikan GOR Kertajaya Surabaya sebagai markas pada Proliga 2017.

JawaPos.com - Sebagai kota terbesar kedua di Indonesia, Surabaya ternyata tidak memiliki tim bola voli profesional yang benar-benar bermarkas di Kota Pahlawan. Faktor tidak adanya Gelanggang Olahraga (GOR) yang representatif khusus untuk bola voli  menjadi salah satu alasan.


Surabaya memang memiliki satu wakil di Proliga, yakni Surabaya Bhayangkara Samator. Tapi tim ini bermarkas di Driyorejo, Gresik. Sementara, untuk menggelar pertandingan, Samator memilih hijrah ke kota lain yang lebih kecil, seperti Malang, Banyuwangi dan Probolinggo.


Pada kompetisi Proliga 2017 ini, Surabaya kembali ditunjuk sebagai tuan rumah.Namun, justru Jakarta Pertamina Energi yang memutuskan berkandang di Kota Pahlawan, tepatnya di GOR Kerjaya. Hanya saja, venue tersebut sebenarnya bukan GOR khusus bola voli, melainkan GOR basket, kandang tim CLS Knights Surabaya.


"Kami sebelumnya menggelar pertandingan di Solo dan Balikpapan. Karena Solo sudah final four, kami tidak mungkin di sana. Kalau pilih menggelar kota di luar jawa, berat di transportasi," ucap manajer Jakarta Pertamina Energi, Sutrisno Kamis (9/3) sore.


Ada dua alasan mengapa Pertamina Energi menggunakan GOR Kertajaya sebagai kandang. Pertama, karena Surabaya Bhayangkara Samator lagi-lagi memilih GOR Ken Arok, Malang. Alasan kedua, Kota Surabaya hampir satu dekade tak disinggahi Proliga.


Meski menjadikan GOR Kertajaya sebagai tempat berlaga, tapi Jakarta Pertamina Energi tak berminat pindah ke Surabaya secara utuh. "Pertamina bukan klub sebenarnya. Kami bukan klub seperti Samator yang bangun tidur langsung latihan," jelas Sutrisno.


"Kami tidak bisa menentukan homebase di Surabaya. Kami sudah punya GOR Simprug di Jakarta. Sedangkan GOR Kertakaya adalah untuk basket, yakni CLS Knights," imbuhnya.


Sementara itu, Direktur Proliga, Hanny S. Surkatty berharap ada kepedulian Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya untuk membangun GOR khusus voli yang repsesentatif dan berstandar internasional. Menurut Hanny, sangat disayangkan jika kota sebesar Surabaya tak memiliki GOR khusus bola voli.


"Kami ingin Surabaya jadi tempat event internasional. Selama ini kami masih belum bisa karena GOR yang ada belum memenuhi standar internasional secara keseluruhan. Mudah-mudahan Bu Risma sebagai wali kota bisa membangun satu GOR yang representatif. Sehingga kami bisa menggelar event internasional di sini," tutup Hanny. (saf/JPG)

Editor: Irawan Dwi Ismunanto
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore