
Tim Jakarta Pertamina Energi menjadikan GOR Kertajaya Surabaya sebagai markas pada Proliga 2017.
JawaPos.com - Sebagai kota terbesar kedua di Indonesia, Surabaya ternyata tidak memiliki tim bola voli profesional yang benar-benar bermarkas di Kota Pahlawan. Faktor tidak adanya Gelanggang Olahraga (GOR) yang representatif khusus untuk bola voli menjadi salah satu alasan.
Surabaya memang memiliki satu wakil di Proliga, yakni Surabaya Bhayangkara Samator. Tapi tim ini bermarkas di Driyorejo, Gresik. Sementara, untuk menggelar pertandingan, Samator memilih hijrah ke kota lain yang lebih kecil, seperti Malang, Banyuwangi dan Probolinggo.
Pada kompetisi Proliga 2017 ini, Surabaya kembali ditunjuk sebagai tuan rumah.Namun, justru Jakarta Pertamina Energi yang memutuskan berkandang di Kota Pahlawan, tepatnya di GOR Kerjaya. Hanya saja, venue tersebut sebenarnya bukan GOR khusus bola voli, melainkan GOR basket, kandang tim CLS Knights Surabaya.
"Kami sebelumnya menggelar pertandingan di Solo dan Balikpapan. Karena Solo sudah final four, kami tidak mungkin di sana. Kalau pilih menggelar kota di luar jawa, berat di transportasi," ucap manajer Jakarta Pertamina Energi, Sutrisno Kamis (9/3) sore.
Ada dua alasan mengapa Pertamina Energi menggunakan GOR Kertajaya sebagai kandang. Pertama, karena Surabaya Bhayangkara Samator lagi-lagi memilih GOR Ken Arok, Malang. Alasan kedua, Kota Surabaya hampir satu dekade tak disinggahi Proliga.
Meski menjadikan GOR Kertajaya sebagai tempat berlaga, tapi Jakarta Pertamina Energi tak berminat pindah ke Surabaya secara utuh. "Pertamina bukan klub sebenarnya. Kami bukan klub seperti Samator yang bangun tidur langsung latihan," jelas Sutrisno.
"Kami tidak bisa menentukan homebase di Surabaya. Kami sudah punya GOR Simprug di Jakarta. Sedangkan GOR Kertakaya adalah untuk basket, yakni CLS Knights," imbuhnya.
Sementara itu, Direktur Proliga, Hanny S. Surkatty berharap ada kepedulian Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya untuk membangun GOR khusus voli yang repsesentatif dan berstandar internasional. Menurut Hanny, sangat disayangkan jika kota sebesar Surabaya tak memiliki GOR khusus bola voli.
"Kami ingin Surabaya jadi tempat event internasional. Selama ini kami masih belum bisa karena GOR yang ada belum memenuhi standar internasional secara keseluruhan. Mudah-mudahan Bu Risma sebagai wali kota bisa membangun satu GOR yang representatif. Sehingga kami bisa menggelar event internasional di sini," tutup Hanny. (saf/JPG)

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Shin Tae-yong Bajak Staf Persebaya Surabaya, Gerbong Eks Timnas Indonesia Bisa Diboyong ke Persija Jakarta
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
BREAKING NEWS! Persija Jakarta Resmi Tunjuk Shin Tae-yong sebagai Pelatih Baru
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Melihat 10 Besar Penjualan Mobil Mei 2026: Jaecoo Kuasai Brand Tiongkok, Tak Ada Nama BYD
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Sudah Setor Total Rp 117 Miliar tapi Rumah Tak Kunjung Jadi, Konsumen Emeralda Resort Polisikan Yana Priatna
