JawaPos Radar

Pilpres 2019

Pengamat Pertanyakan Kenapa Dua Isu Ini Selalu Menyerang Jokowi

13/10/2018, 17:35 WIB | Editor: Kuswandi
Boni Hargens
Pengamat politik Boni Hargens saat diwawancarai awak media (Dok. JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Jelang Pilpres selalu muncul adanya kebangkitan komunisme lebih tepatnya adalah soal PKI. Lantas apakah benar isu itu akan menguat di Pilpres 2019.

Pengamat politik Lembaga Pemilih Indonesia (LPI), Boni Hargens mengatakan isu kebangkitan komunis dan PKI tidak akan 'mempan' di Pilpres 2019 ini. Alasannya semua pihak sudah membuktikan komunisme hanyalah ilusi. Bahkan Presiden Jokowi juga dengan tegas tidak memberikan tempat kepada komunisme.

"PKI itu sudah selesai, kalau hari ini ada yang mengatakan indikasi-indikasi. Ya kita lawan itu," ujar Boni dalam sebuah diskusi dengan tema 'Membenag Agenda Politik Komunisma dan Khilafah di Pilpres 2019, di kawasan Cikini, Jakarta, Sabtu (13/10).

Boni juga mempertanyakan kenapa isu munculnya komunisme hanya di pemerintahan Presiden Jokowi saja. Oleh sebab itu dia menduga ada pihak-pihak yang sudah merancang isu terkait komunisme ini.

"Pada 10 tahun Presiden SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) tidak sekencang hari ini. Jadi ketika Jokowi jadi presiden muncul seakan-akan PKI ancaman," katanya.

Menurut Boni, yang harus diwaspadai adalah adanya jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD). Ketimbang komunisme dan khilafah. JAD itu menjadi ancaman bukan hanya di Indonesia melainkan di negara-negara lain, dengan menebarkan teror ke masyarakat.

"Teror di Mako Brimob itu JAD. Jadi yang nyata itu JAD. Kalau HTI itu sudah dibubarkan jadi organisasi," tegasnya.

Oleh sebab itu dia meminta masyarakat untuk bisa lebih cerdas mengenai kebangkitan komunisme dan juga khilafah ini. ‎Karena dia menduga isu ini hanya narasi yang sengaja diciptakan oleh oknum untuk Pilpres 2019.

"Jadi memang kebangkitan PKI ini adalah suatu wacana politik yang dibangun karena adanya momen yang semakin mendekati Pilpres," pungkasnya.

(gwn/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up