JawaPos Radar

Korban Gempa di Donggala

Warga Basah Kuyup Saat Hujan, Kemensos Kirim 200 Tenda dan Matras

13/10/2018, 17:04 WIB | Editor: Kuswandi
Gempa Donggala dan Palu
BANTUAN GEMPA: Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial Harry Hikmat yang berkesempatan memeriksa distribusi logistik bencana, sekaligus mengunjungi warga Boneoge, Sabtu (13/10). (Dok.Kemensos)
Share this image

JawaPos.com - Masyarakat yang tinggal di bibir pantai Boneoge, Donggala, Sulawesi Tengah mengungsi ke atas bukit pascabencana gempa 7,4 SR disertai tsunami pada Jumat (28/9) lalu. Mereka membuat tenda sementara yang belum kuat diterjang hujan.

Hal itu disampaikan Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial Harry Hikmat yang berkesempatan memeriksa distribusi logistik bencana, sekaligus mengunjungi warga Boneoge, Sabtu (13/10).

"Mereka membuat tenda sementara dengan bahan daun kelapa yang kering disusun rapi sehingga terbentuk atap dan dinding. Tapi karena hujan sering turun di malam hari, tempat tinggal mereka basah kuyup," ujarnya dalam siaran pers yang diterima JawaPos.com

Melihat derita para pengungsi, dia pun segera menghubungi Dinas Sosial Kabupaten Donggala untuk mengirimkan tenda gulung dan matras untuk alas tidur. Sebanyak 200 tenda gulung, 200 tikar dan 200 matras yang disambut warga dengan antusias.

"Mekanisme penyaluran bantuan sosial untuk korban bencana di Sulteng adalah dari Kemensos disalurkan sepenuhnya ke Dinas Sosial Provinsi Sulteng. Selanjutnya diarahkan ke Dinas Sosial Kabupaten Donggala untuk dibagikan kepada warganya," terang dia. 

Selain bantuan tersebut, Kemensos juga tetap mengoperasikan Dapur Umum di Kabupaten Donggala. Total terdapat tiga dapur umum yakni di Desa Lero Tatari, Desa Boneoge, Desa Loli Pesua.

Kemudian, dapur umum di Kantor Dinas Sosial Donggala kini telah beralih menjadi dapur umum mandiri yang dikelola masyarakat dengan bahan pangan disiapkan oleh Kemensos. 

"Untuk Desa Boneoge dan Desa Loli Pesua kami mendapat dukungan dari Komunitas India di Jakarta yakni Sikh Sava Indonesia. Mereka datang ke Donggala membawa perlengkapan memasak. Lalu menyusun menu bersama warga dan mempersilakan warga memasak sesuai selera mereka," tutur Harry. 

Dia menambahkan, bahan-bahan dibeli oleh komunitas Sikh dan beras dipasok dari Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola oleh Dinas Sosial Kabupaten Donggala. Dalam sehari bisa memasak untuk 500-600 pengungsi.

(yes/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up