JawaPos Radar

Tuhan tak Pernah Berpaling, 3 Tahun Ditahan Pendeta AS Dibebaskan

13/10/2018, 17:05 WIB | Editor: Dyah Ratna Meta Novia
pastor as, brunson, turki,
Orangtua pendeta asal Amerika Serikat yang ditahan kepolisian Turki bersyukur karena anaknya telah dibebaskan setelah mereka melakukan kegiatan doa semalam suntuk (World Magazine)
Share this image

JawaPos.com – Orangtua pendeta asal Amerika Serikat yang ditahan kepolisian Turki bersyukur karena anaknya telah dibebaskan setelah mereka melakukan kegiatan doa semalam suntuk. Sebelumnya dilaporkan bahwa Pastor asal AS tersebut ditahan dengan pasal terorisme.

Pendeta asal Amerika Serikat yang ditahan atas tuduhan memiliki hubungan dengan para militan Kurdis, Andrew Brunson, dibebaskan dari masa tahannya pada Jumat, (12/10). Ia diketahui telah menjalani masa tahanannya selama lebih dari tiga tahun lamanya sejak Oktober 2016.

Ibunda dari Sang Pendeta yang ditahan pemerintah Turki, Pamela Brunson, 75 tahun, yang berasal dari Black Mountain, North Carolina, Amerika Serikat, mengaku tidak mengetahui perihal pembebasan putranya. Dilansir dari Reuters pada Sabtu (13/10), sang ibu baru mengetahui informasi bahwa anak lelakinya telah dibebaskan dari reporter Reuters yang meneleponnya.

pastor as, brunson, turki,
Brunson sempat mengatakan bahwa ia tidak mengetahui apa-apa tentang apa yang dituduhkan kepadanya. Ia juga mengatakan, ia telah jatuh cinta pada Turki (Reuters)

Mendengar kabar bahwa putranya yang ia sayangi telah dibebaskan oleh Pemerintah Turki, sang ibu tak dapat berhenti mengucap syukur. Ia bahkan menyebutkan, pembebasan terhadap putranya merupakan jawaban dari doa ia dan keluarganya yang malam sebelumnya doa semalam suntuk untuk putra mereka, Andrew Brunson.  “Puji Tuhan! Aku sangat gembira!”, katanya dengan penuh sukacita.

Kabar baik itu ternyata tak hanya ia simpan untuk dirinya sendiri, mendengar kabar baik tentang pembebasan putranya, Pamela segera memanggil suaminya, Ron. Mereka dilaporkan terdengar sangat bahagia ketika reporter Membacakan hasil laporan tentang kasus anaknya yang berada di Turki.

Dilaporkan bahwa Brunson menangis ketika mendengar putusan pembebasan dirinya diumumkan. Sebelum dibacakan putusan, Brunson sempat mengatakan bahwa ia tidak mengetahui apa-apa tentang apa yang dituduhkan kepadanya. Ia juga mengatakan bahwa sejatinya ia mencintai Yesus dan dia juga mengatakan telah jatuh cinta terhadap Turki.

Dilaporkan bahwa Brunson merupakan bagian dari Gereja Presbiterian Injili di Florida sejak tahun 2010. Juru bicara denominasi, Bryan Smith mengatakan bahwa dia sudah memantau proses sidang Brunson semalaman secara online hanya untuk mendengar putusan pengadilan untuk Brunson.

Smith memang bukan keluarga dari Brunson, namun ia turut merasakan sukacita atas pembebasan Brunson. Ia mengatakan bahwa ia sangat bersyukur bahwa Tuhan tidak pernah Berpaling dari hidup Brunson. Ia juga menyampaikan bahwa pembebasan Brunson merupakan berita gembira bagi seluruh gereja di dunia.

“Saya bersyukur bahwa Tuhan selalu setia, dan akan selalu setia untuk membantu pengikutnya,” kata Smith.

(am1/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up