JawaPos Radar

Microchip Harus Bayar, JAAN T: Kalau Nggak Mau Jangan Punya Anjing

14/10/2018, 01:55 WIB | Editor: Bintang Pradewo
Microchip Harus Bayar, JAAN T: Kalau Nggak Mau Jangan Punya Anjing
Ilustrasi KTP anjing (Dok pribadi for JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Penanaman microchip pada anjing dengan berbayar memang menimbulkan kontroversi terhadap harga yang akan dibayarkan. Pasalnya, Pemprov DKI Jakarta hanya memberikan 500 microchip gratis.

Pendiri Jakarta Animal Aid Network (JAAN), Karin Franken, menyatakan seharusnya jika seseorang memutuskan memelihara anjing, maka harus siap sedia untuk mengeluarkan biaya untuk itu.

"Gini kalau kita melihara hewan kita harus siap dengan konsekuesinya jangan mau enak-enak saja tapi tidak mau bermodal. Kalau mau ya jangan punya," jelasnya saat dihubungi JawaPos.com, Sabtu (13/10).

Microchip Harus Bayar, JAAN T: Kalau Nggak Mau Jangan Punya Anjing
Suntikan untuk memasukan microchip anjing (Dok pribadi for JawaPos.com)

"Anjing tiap tahun itu mahal vaksin, harganya hampir sama dengan microchip bedanya microchip hanya sekali seumur hidup tapi vaksin setiap tahun," tambah Karin.

Untuk kisaran harga, Karin menyatakan semua tergantung pada klinik hewan. Namun normalnya, untuk microchip, pemasangan dan pendaftaran dikenakan biaya sebesar Rp 350-450 ribu. Walau mahal, namun itu bisa memperlihatkan bahwa si pemilik serius bertanggung jawab pada anjingnya.

"Kalau orang tidak rela membayar Rp 400 ribu untuk microchip berarti seharusnya dia jangan punya hewan piaraan. Jadilah pemilik hewan yang bertanggung jawab, memang pelihara hewan tidak murah memang mahal," tandasnya.

(rgm/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up