JawaPos Radar

Khashoggi Disebut Dimutilasi, Elite Bisnis Dunia Ogah ke FII di Riyadh

13/10/2018, 14:45 WIB | Editor: Dyah Ratna Meta Novia
Khashoggi, AS, arab saudi, wartawan,
Khashoggi, seorang warga negara Saudi yang juga wartawan, artikelnya sering mengkritik Putra Mahkota Mohammed Bin Salman. Ia belum terlihat sejak 2 Oktober ketika dia pergi ke konsulat (Biz Watch Nigeria)
Share this image

JawaPos.com - Konferensi Tingkat Tinggi mengenai investasi di Riyadh pada akhir Oktober ini kemungkinan akan gagal, sebab perusahaan dan beberapa media mengundurkan diri. Hal ini disebabkan oleh skandal keterlibatan Arab Saudi atas hilangnya wartawan Saudi, Jamal Khashoggi.

Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim mengatakan, dia tidak akan hadir. Sedangkan Financial Times, Bloomberg, CNN dan CNBC telah ditarik sebagai sponsor media.

Sebelumnya, para elit bisnis dunia akan menghadiri Future Investment Initiative (FII), yang dimulai di Ibu Kota Arab Saudi, Riyadh pada 23 Oktober 2018. Namun, beberapa perusahaan yang terlibat mengatakan,  mereka mengundurkan diri menunggu hasil investigasi atas hilangnya Khashoggi. Sementara yang lain telah menarik diri tanpa syarat.

Khashoggi, AS, arab saudi, wartawan,
Konferensi Tingkat Tinggi mengenai investasi di Riyadh pada akhir Oktober ini kemungkinan akan gagal, sebab perusahaan dan beberapa media mengundurkan diri (Reuters)

Proyek Visi 2030 dari Arab Saudi, gagasan Putra Mahkota Mohammed Bin Salman (MBS) sangat bergantung pada investasi luar negeri. Kegagalan FII yang bergengsi akan mengganggu para pembuat kebijakan Saudi karena ancaman yang lebih jauh dari larangan penjualan senjata oleh AS.

The New York Times menarik sponsornya dari acara tersebut. Ini memulai efek domino penarikan di seluruh dunia.

Dalam pernyataan singkat, pejabat komunikasi utama Financial Times, Fiona McDonnell, mengatakan surat kabar itu tidak akan menjadi mitra konferensi karena hilangnya Khashoggi tetap tidak terjelaskan.

Tokoh media untuk menarik diri dari konferensi tersebut termasuk Arianna Huffington, yang mengelola perusahaan kesehatan Thrive Global; Patrick Soon Shiong, pemilik LA Times; Chief executive Viacom, Bob Bakish; Chief Executive Uber, Dara Khosrowshahi juga menegaskan bahwa mereka tidak akan hadir.

"Saya sangat risau oleh laporan-laporan tentang Jamal Khashoggi," kata Khosrowshahi dalam sebuah pernyataan pada Kamis malam. “Kami mengikuti situasi ini, kecuali jika ada fakta yang secara substansial muncul, saya tidak akan menghadiri konferensi FII di Riyadh," tambahnya dilansir dari The Guardian.

Menteri Keuangan AS Steve Mnuchin mengatakan, ia masih berencana untuk hadir. "Jika lebih banyak informasi keluar dan berubah, kita bisa pertimbangkan, tetapi saya berencana untuk datang," katanya.

Penyelenggara konferensi menghapus semua nama peserta dari situs webnya karena jumlah pembatalan yang semakin berkembang. "Meskipun mengecewakan, beberapa pembicara dan mitra telah keluar, kami berharap dapat menyambut ribuan pembicara, moderator dan tamu dari seluruh dunia ke Riyadh," kata Juru bicara FII.

Sebagai informasi, Khashoggi, seorang warga negara Saudi yang juga wartawan, artikelnya sering mengkritik Putra Mahkota Mohammed Bin Salman. Ia belum terlihat sejak 2 Oktober ketika dia pergi ke konsulat Arab Saudi di Istanbul untuk mendapatkan dokumen resmi untuk pernikahannya yang akan datang.

Muncul spekulasi bahwa dia dibunuh oleh beberapa orang, lalu tubuhnya dimutilasi. Turki dan Amerika Serikat meminta rekaman CCTV agar bukti sègera jelas.

(iml/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up