JawaPos Radar

Afghanistan, Syria, Yaman, Meksiko, Negara Paling Mematikan Jurnalis

13/10/2018, 14:12 WIB | Editor: Dyah Ratna Meta Novia
wartawan, wartawan dibunuh, pembunuhan wartawan,
Jurnalis liputan pengeboman di Afghanistan (Council on Foreign Relations)
Share this image

JawaPos.com - Tahun 2018 menjadi tahun yang meresahkan bagi para jurnalis. Setelah 2017 menjadi tahun yang paling mematikan bagi para jurnalis, tahun ini 47 jurnalis terbunuh pada enam bulan pertama

Negara-negara yang paling mematikan bagi para jurnalis adalah Afghanistan dengan 11 wartawan tewas; Syria, tujuh wartawan tewas; Yaman, lima wartawan tewas; dan Meksiko, lima wartawan tewas.

wartawan, wartawan dibunuh, pembunuhan wartawan,
Jurnalis salah satu pekerjaan menantang di dunia (Pro Fellow)

Organisasi non-pemerintah yang mendukung kebebasan pers, Reporters Without Borders (RWB) khawatir dengan angka ini. Mereka meningkatkan bantuan kepada para jurnalis yang mengalami kesulitan.

Hampir 40 persen dari hibah RWB telah digunakan untuk membantu wartawan dalam bahaya untuk pindah ke tempat yang lebih aman. Empat negara paling mematikan bagi wartawan Afghanistan, Syria, Yaman, dan Meksiko telah menerima sepertiga dari anggaran RWB di seluruh dunia untuk membantu wartawan dalam kesulitan.

Berada di peringkat 118 dari 180 negara dalam Indeks Kebebasan Pers Dunia 2018, di Afghanistan terjadi beberapa pemboman bunuh diri sejak awal tahun, bertanggung jawab untuk sebagian besar 11 korban jiwa dari media. Banyak wartawan lain yang terus terancam oleh berbagai pihak dalam konflik Afghanistan.

Mereka yang ditargetkan termasuk wartawan perempuan, yang sangat rentan di negara yang memberlakukan propaganda fundamentalis di beberapa daerah.

Sejak membantu menciptakan Pusat Perlindungan Jurnalis Wanita Afghanistan (CPAWJ) pada Maret 2017, RWB terus memberikan bantuan ke pusat tersebut. Misi LSM yang unik ini adalah untuk mendukung dan melindungi jurnalis perempuan.

RWB dan CPAWJ telah bersama-sama memberikan wartawan perempuan pelatihan keselamatan fisik dan menyerukan kepada pemerintah dan parlemen Afghanistan untuk memberi mereka perlindungan yang lebih besar, terutama di provinsi-provinsi yang lebih terpencil. Mereka juga menyerukan penyusunan piagam untuk perlindungan jurnalis perempuan dalam organisasi berita.

(iml/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up