JawaPos Radar

Alasan Dirut TJ: Marak Kecelakaan Akibat Jalur Busway Kerap Diserobot

13/10/2018, 14:15 WIB | Editor: Bintang Pradewo
Alasan Dirut TJ: Marak Kecelakaan Akibat Jalur Busway Kerap Diserobot
Kecelalaan bus Transjakarta (Istimewa)
Share this image

JawaPos.com - Maraknya kecelakaan lalu lintas moda transportasi Bus Transjakarta disebabkan beberapa faktor. Selain akibat dari kelalaian pengemudi, Direktur Utama PT Transjakarta, Budi Kaliwono menyebutkan alasan atau faktor lain sumber kecelakaan disebabkan karena lintas jalur busway kerap diserobot kendaraan lain, utamanya pengendara motor.

Budi mengatakan, sejauh ini pihak Transjakarta sudah pro aktif memasang portal dan meminta petugas untuk membantu kelancaran lalu lintas Bus Transjakarta. Kendati demikian, penerobos jalur busway masih sering terjadi. Sehingga, tak jarang membuat pengemudi hilang kendali.

"Selain karena human error pengemudi, Kecelakaan pun disebabkan banyak penerobos di jalur busway. Kami dan kepolisian sudah pro aktif antisipasi hal itu," ujarnya saat dikonfirmasi, Sabtu (13/10).

Alasan Dirut TJ: Marak Kecelakaan Akibat Jalur Busway Kerap Diserobot
Ilustrasi kecelakaan Transjakarta (Kokoh Prabawa/ JawaPos.com)

Dari data yang dirilis oleh Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, selama 2018 terhitung dari Januari hingga September, sudah 44 kali terjadi kecalakaan Bus Transjakarta. Dari jumlah tersebut, PT Transjakarta ditaksir mengalami kerugian sebesar Rp 121 juta.

Budi pun berharap kepada petugas kepolisian untuk menindak tegas pelaku pengendara yang menyerobot jalur busway. Hal itu dimaksudkan agar jalur khusus busway steril kendaraan lain.

"Kami bersama kepolisian dan dinas terkait akan pertegas lagi tindakan-tindakan yang berpotensi melakukan pelanggaran, dari mulai evaluasi seluruh operator, dan separator akan di pasang lebih safety berkerjasama dengan dinas terkait," ujar Budi.

Selain itu, kata dia, pemberian sanksi tegas kepada pengemudi terus dilakukan. Sanksi tersebut berupa denda uang dengan jumlah besar, penalty, hingga pemecatan bagi sopir yang terbukti lalai dengan pelanggaran berat.

"Mereka (para sopir) sudah menjalani masa training sebelum dibolehkan mengoperasikan busway. Standar prosedur kepada pengemudi sudah kami berikan," tutup Budi.

(wiw/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up