JawaPos Radar

Gempa Jawa Timur

Jembatan Dermaga Rusak, Bantuan untuk di Pulau Sapudi Dilempar

13/10/2018, 12:09 WIB | Editor: Ilham Safutra
Gempa Sumenep
Rahmawi 70, seorang Takmir Masjid Martaul Muridin yang tempat tinggalnya terkena dampak gempa di Dusun Jam Busok Desa Prambanan Kecamatan Gayam Pulau Sapudi, kemarin. (Allex Qomarulla/Jawa Pos)
Share this image

JawaPos.com - Pulau Sapudi, Sumenep, menjadi daerah yang mengalami kerusakan terparah akibat gempa Kamis lalu. Sayang, akses yang sulit membuat distribusi bantuan tersendat.

Misalnya, yang terjadi di Dusun Jam Busok, Desa Prambanan. Dari Pelabuhan Kalianget, kapal-kapal yang ditumpangi relawan serta bantuan logistik membutuhkan waktu 2-4 jam untuk sampai Dermaga Tarebung, Nonggunong.

Untuk menuju Jam Busok, masih harus ditempuh perjalanan darat sekitar satu jam.

Jembatan Dermaga Rusak, Bantuan untuk di Pulau Sapudi Dilempar
Aparat kepolisian dan TNI membantu warga mengumpulkan puing-puing rumah korban terdampak gempa di Sumenep. (Radar Sumenep/Jawa Pos Group)

Jawa Pos berangkat menuju Jam Busok bersama kapal patroli keamanan laut (patkamla) Pulau Pagerungan. Kapal tersebut mengangkut bantuan logistik untuk korban gempa. Di Dermaga Tarebung, kapal milik Lanal Batuporon itu tidak bisa merapat ke dermaga. Sebab, jembatan penghubung dermaga dengan tempat bersandarnya kapal ternyata putus. Tapi, bukan karena gempa. Jembatan tersebut putus sejak 2014 karena kerasnya terjangan ombak. Sebagai gantinya, warga mendirikan jembatan darurat dengan bahan bambu.

Bantuan berupa sembako dan makanan instan itu akhirnya dipindah ke darat dengan cara dilempar satu per satu ke tempat bersandarnya kapal.

Warga membantu personel TNI-AL. Mereka memanggul dus demi dus bantuan dengan melewati bambu yang sudah rapuh. Jika jatuh, risikonya tercebur ke laut sedalam 10-15 meter.

Danlanal Batuporon Letkol Teguh Wibowo meminta anak buahnya menyelesaikan bongkar muat itu dalam waktu sejam. Tapi, karena kondisi tidak memungkinkan, pemindahan bantuan baru selesai dua jam kemudian. Kapal tiba pukul 09.00 dan selesai bongkar muat pukul 11.00. "Ya, mau bagaimana lagi kalau kondisinya begini," ucap Letkol Teguh.

Distribusi bantuan ke Jam Busok lantas dilanjutkan dengan tiga mobil pikap. Jarak antara Dermaga Tarebung dan Jam Busok sebenarnya hanya sekitar 20 km. Namun, jalan aspal yang rusak menghambat perjalanan. Apalagi, lebar jalan hanya cukup untuk satu mobil. Alhasil, tim relawan harus menggunakan pikap bolak-balik (PP) dari kantor Kecamatan Gayam ke Jam Busok. "Jalannya memang kayak di laut. Sama-sama bikin mobil seperti kena ombak," ujar Mayuto, warga Jam Busok.

Tiba di Jam Busok, para relawan langsung disuguhi pemandangan rumah-rumah rusak. Ada yang dindingnya ambrol, genting berjatuhan, hingga keramik terlepas. Rumah milik Rahmawi misalnya. Dinding penyekat antarkamar roboh. Tumpukan batako memenuhi seluruh ruangan rumahnya. "Untung, saya tidur di sebelah sini (timur). Jadi nggak kena," ujar Sariyah, istri Rahmawi.

Danrem 084 Bhaskara Jaya Kolonel (Inf) Sudaryanto bakal mengirimkan prajuritnya untuk membantu rehabilitasi bangunan yang rusak. Namun, pihaknya akan memverifikasi data bangunan rusak bersama BPBD Sumenep terlebih dahulu. Sebab, jumlahnya kini bertambah menjadi 498 unit. 

(mir/c6/oni)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up