JawaPos Radar

Sistem Ganjil-Genap Diperpanjang Hingga Desember, Ini Alasan Dishub

13/10/2018, 12:35 WIB | Editor: Bintang Pradewo
Sistem Ganjil-Genap Diperpanjang Hingga Desember, Ini Alasan Dishub
Ganjil genap diperpanjang hingga Desember 2018 (Dery Ridwansah/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Penyelenggaraan Asian Para Games yang telah berlangsung sejak pekan lalu akan selesai hari ini. Namun bagaimana dengan nasib sistem Ganjil-Genap (Gage) yang memang hanya diberlakukan selama dua penyelenggaraan pesta olahraga terbesar se-Asia tersebut?

Plt Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta Sigit Widjatmoko menyatakan, Gubernur DKI Jakarta telah mengeluarkan Peraturan Gubernur terhitung 12 Oktober 2018 yang menyatakan Ganjil-Genap akan diperpanjang pelaksanaannya.

"Pemprov telah menerbitkan Pergub 106 Tahun 2018 tentang Pembatasan Lalu Lintas dengan Sistem Ganjil-Genap. Berlaku sejak 15 Oktober s/d 31 Desember 2018," tuturnya kepada JawaPos.com, Sabtu (13/10).

Sigit menyampaikan alasan Pemprov memperpanjang pemberlakuan Ganjil-Genap atas hasil Focus Group Discussion (FGD) yang dilakukan oleh pakar transportasi, operator angkutan umum, pemerhati kota, pakar kesehatan, dan jaringan dunia usaha.

"Ya kami melihat ada hasil positif selama pemberlakuan Gage saat Asian Games dan Asian Para Games yg meliputi peningkatan kecepatan, penurunan waktu tempuh, peningkatan pengguna angkutan umum, maupun penurunan angka CO," terangnya.

Namun, Sigit pun menekankan perpanjangan sistem Ganjil-Genap belum akan dilakukan permanen karena semuanya masih harus terus dievaluasi secara ketat dan periodik. Pemprov menyatakan masih memperhatikan dinamika mobilitas pergerakan masyarakat dan perubahan ruang kota.

"Evaluasinya secara periodik. Gage kan salah satu cara dari konsep TDM (manajemen kebutuhan lalu lintas). Manajemen dan rekayasa lalu lintas adalah suatu policy yang terus berkembang," tandasnya.

Dalam Pergub tersebut, jalanan yang akan terkena Ganjil-Genap adalah Jalan Medan Merdeka Barat, Jalan M.H. Thamrin, Jenderal Sudirman, sebagian Jalan Jenderal S. Parman mulai dari simpang Jalan Tomang Raya sampai dengan Simpang Jalan KS Tubun, Jalan Gatot Subroto, Jalan H.R. Rasuna Said, Jalan Jenderal M.T. Haryono, Jalan Jenderal D.I. Panjaitan dan Jalan Jenderal Ahmad Yani.

(ce1/rgm/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up