JawaPos Radar

Prabowo Kembali Disindir Malas Kampanye

Elite Demokrat: Di Politik Paling Efektif Berjumpa dengan Masyarakat

13/10/2018, 11:07 WIB | Editor: Kuswandi
demokrat
Ilustrasi: Partai Demokrat (Mifathul Hayat/ Jawa Pos)
Share this image

JawaPos.com - Partai Demokrat melalui wakil sekretaris jenderalnya Andi Arief meminta Prabowo Subianto jangan malas untuk kampanye di Pilpres. Pasalnya dia melihat Prabowo seperti tak serius menjadi capres karena yang lebih banyak kampanye adalah Sandiaga Uno.

Ketua DPP Partai Demokrat, Jansen Sitindaon membela koleganya tersebut. Menurutnya apa yang dikatakan Andi Arief adalah sebuah saran untuk Prabowo Subianto.

Masyarakat perlu disapa dan Prabowo perlu terjun ke lapangan merayu publik untuk memilihnya di Pilpres 2019 mendatang. Sehingga bisa menang dalam pertarungan.

‎"Itu hasil pengamatan bang Andi selama beberapa waktu belakangan ini sekaligus saran untuk Pak Prabowo ya. Karena masa kampanye kan masih sampai 6 bulan ke depan," ujar Jansen saat dihubungi, Sabtu (13/10).

Menurut Jansen,‎ walaupun perangkat IT dan dunia teknologi hari ini sudah sangat modern, namun faktanya masyarakat juga perlu disapa oleh calon pemimpinnya. Sehingga menimbulkan respek untuk bisa memilihnya. Hal itu yang selalu diterapkan oleh Partai Demokrat dalam menghadapi kompetisi.

"Karena dalam politik elektoral ini kan yang paling efektif tetap berjumpa langsung dengan masyarakat ya. Meet the people kalau istilah kami di demokrat," katanya.

Di negara seperti Amerika Serikat yang sudah maju masih menerapkan strategi tersebut. Para capres selalu terjun langsung ke tengah masyarakat untuk bisa mendapatkan simpati, sekaligus merebut suara pemilih dengan menyampaikan ide-idenya untuk bangsa ke depan.

"Capres di Amerika Serikat keliling kampanye jumpa masyarakat langsung di negara-negara bagian yang ada di Amerika. Menyapa mereka dan menyampaikan visi dan misinya. Lazim kita lihat bahkan setiap Capres di Amerika punya bus kampanye sendiri yang dipakai untuk mutar-mutar ini," pungkasnya.

Sebelumnya, Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Andi Arief mempertanyakan keseriusan Prabowo untuk menjadi kepala negara di Indonesia tersebut. Pasalnya saat ini yang terlihat aktif untuk berkampanye adalah Sandiaga Uno.

"Ini otokritik: Kalau dilihat cara berkampanyenya sebetulnya yang mau jadi presiden itu Sandiaga Uno atau Pak Prabowo ya. Saya menangkap kesan Pak Prabowo agak kurang serius ini mau jadi Presiden," ujar Andi Arief.

Menurut Andi, apabila Prabowo terus berdiam diri tanpa melakukan kampanye. Dipastikan kalah di Pilpres 2019 mendatang. Pasalnya tidak ada rumusnya orang yang malas kampanye akan menang.

Waktu enam bulan yang tersisa saat ini dalam politik terlalu pendek. Sehingga Prabowo segera mungkin untuk melakukan kampanye seperti apa yang telah dilakukan Sandiaga Uno, dengan menyapa masyarakat.

"Pak Prabowo harus keluar dari sarang Kertanegara, kunjungi rakyat, sapa, peluk, cium dan sampaikan apa yang akan dilakukan kalau menang di tengah ekonomi yang sulit ini," pungkasnya.

(gwn/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up