JawaPos Radar

No Bra Day, Ajak Perempuan Sadari Bahaya Kanker Payudara!

13/10/2018, 07:24 WIB | Editor: Nurul Adriyana Salbiah
kampanye no bra day, sejarah no bra day,
No Bra Day dimaksudkan untuk mempromosikan bahaya kanker payudara. Tak hanya itu, kampanye ini juga untuk membantu donasi bagi penderita dan penelitian. (Happy Days 365)
Share this image

JawaPos.com - Bra merupakan kebutuhan vital bagi kaum hawa. Tak memakai bra bisa membuat perempuan tak percaya diri. Namun demi kesehatan, dunia mengampanyekan untuk tak memakai bra dalam satu hari, yang disebut dengan No Bra Day.

Dilansir dari The Sun, Kamis (12/10), No Bra Day diperingati setiap 13 Oktober. Di hari ini, masyarakat didorong untuk tak memakai bra dalam sehari. Meski kontroversial bagi beberapa orang, No Bra Day semakin populer.

No Bra Day juga diperingati di tengah bulan kanker payudara dan bulan penggalangan dana serta amal untuk penyintas kanker. Sekitar 50 ribu orang Inggris didiagnosis menderita kanker payudara setiap tahun. Satu dari delapan wanita berpotensi terkena penyakit ini.

kampanye no bra day, sejarah no bra day,
No Bra Day diklaim efektif untuk memberikan semangat bagi para pasien kanker payudara. (DZRH News)

Apa itu No Bra Day?

Gerakan ini dimulai pada 2011 dan sebagian besar terjadi di media sosial, ketika perempuan menggunakan hashtag #nobraday sebagai kampanye. Tujuannya untuk meningkatkan kesadaran dan mendorong wanita untuk melakukan pemeriksaan diri atau deteksi dini dan memastikan mereka mengetahui tanda-tanda kanker payudara.

Pria dan wanita didorong untuk mengambil bagian. Tak hanya tidak memakai bra, tetapi juga dengan mengenakan pita ungu untuk hari itu. Para wanita dianjurkan untuk melakukan skrining mammogram—mengecek adanya benjolan di payudara mereka pada 13 Oktober. Sehingga dapat membantu mendeteksi kanker payudara hingga dua tahun sebelum dapat dirasakan oleh pasien atau dokter.

Mengapa No Bra Day Dirayakan?

Kampanye No Bra Day semula berasal dari Toronto, Kanada, oleh ahli bedah plastik Dr Mitchell Brown. Berawal dengan kampanye sebenarnya yakni BRA (Breast Reconstruction Awareness) Day atau menyadarkan dan mendidik perempuan tentang kanker payudara. Pada 2014, BRA Day dirayakan di 30 negara di seluruh dunia. Saat itu, mereka yang terkena kanker payudara dapat menghadiri diskusi bersama para ahli bedah plastik terkemuka, dan mendengar kisah-kisah yang menginspirasi.

Kesimpulannya

Cara ini diklaim efektif untuk memberikan semangat bagi para pasien kanker payudara. Para wanita juga harus menjaga pola hidup bersih dan sehat untuk mendukung kampanye ini.

Hari Tanpa Bra dimaksudkan untuk mempromosikan bahaya kanker payudara. Tak hanya itu, kampanye ini juga untuk membantu memberikan donasi bagi penderita kanker dan penelitian.

Banyak perempuan yang telah menderita kanker payudara tidak dapat pergi tanpa bra karena mereka membutuhkannya untuk menahan prostesis mereka setelah operasi. Karena itu deteksi dini payudara sendiri penting dilakukan sedari dini.

(ika/ce1/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up