JawaPos Radar

Slogan 'Make Indonesia Great Again' Disebut Plagiat, Ini Kata Prabowo

13/10/2018, 05:10 WIB | Editor: Estu Suryowati
Slogan 'Make Indonesia Great Again' Disebut Plagiat, Ini Kata Prabowo
Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto menyampaikan pidato 'Make Indonesia Great Again', Kamis (11/10). (Dery Ridwansah/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto dibanjiri kritik oleh kubu petahana soal pidatonya tentang 'Make Indonesia Great Again'. Mantan Danjen Kopassus itu dianggap meniru slogan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Menanggapi hal tersebut, Prabowo membantah berbagai tudingan soal menjiplak gaya Trump. Jenderal berjuluk 08 menegaskan slogan seperti itu tak hanya untuk negara AS saja, melainkan negara lain.

"Nggak jiplak (Trump). Kalau bangsa lain mengatakan 'Make America Great Again' boleh. Kok kita nggak boleh?" tegas Prabowo, usai menghadiri acara silaturahmi kebangsaan Pergerakan Indonesia Maju, di Jakarta, Jumat, (12/10).

Dalam kesempatan itu, Prabowo lantas bertanya balik kepada awak media mengenai cita-cita Indonesia menjadi negara yang lebih kuat. Sebab menurut mantan suami Titiek Soeharto itu, slogan 'Make Indonesia Great Again' memiliki arti sendiri.

"Nggak mau Indonesia kuat? Kamu rendah diri. Kamu nggak bangga jadi orang Indonesia? Saya ingin bangsa saya kuat. Saya ingin rakyat saya tidak miskin," tegasnya.

Sebelumnya, Prabowo menyebutkan kepemimpinan Amerika Serikat (AS) yang digawangi oleh Donald Trump telah mengambil sikap berani untuk perang dagang melawan Tiongkok. Bahkan menurut Prabowo, negeri Abang Sam (AS) itu berani mengeluarkan tagline untuk melawan negeri tirai bambu.

"Begitu sekarang AS kalah bersaing dengan Tiongkok mereka menyatakan perang dagang, tidak ada free trade. Mereka mengatakan 'Make America Great Again'," kata Prabowo dalam pidato sambutannya di dalam acara Rakernas LDII, Jakarta, Kamis (11/10).

Di sisi lain, Prabowo juga merasa heran mengapa pemimpin Indonesia tidak melakukan hal serupa. Di antaranya melakukan perlawanan terhadap intervensi asing.

"Kenapa kok (pemimpin) bangsa Indonesia tidak berani mengatakan, 'Make Indonesia Great Again'? Kenapa tidak ada pemimpin Indonesia yang berani mengatakan yang penting pekerjaan bagi rakyat Indonesia?" ungkapnya.

(ce1/aim/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up