JawaPos Radar

Ingin Hemat Bila Putuskan Impor Beras, Ini Bisa Dilakukan Pemerintah

12/10/2018, 20:21 WIB | Editor: Mohamad Nur Asikin
Ingin Hemat Bila Putuskan Impor Beras, Ini Bisa Dilakukan Pemerintah
Ilustrasi pekerja tengah mengemas beras dalam karung (Dok.JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Pemerintah tetap mempriotitaskan pemenuhan dari dalam negeri dalam memenuhi dan menjaga stabilitas harga beras di pasar. Impor beras hanya dilakukan sebagai pilihan terakhir dalam menjaga komoditas ini tetap stabil di pasar.

Head of Research Center for Indonesian Policy Studies, Rezkia Respatiadi mengkritisi peran Perum Bulog yang tidak mampu berperan lebih sebagai pihak yang ditunjuk importir tunggal dalam mengadaan beras.

"Idealnya importir dibuka sehingga ada persaingan yang sehat saat ada kebutuhan impor," ujarnya saat dihubungi JawaPos.com, Jumat (12/10).

Ingin Hemat Bila Putuskan Impor Beras, Ini Bisa Dilakukan Pemerintah
Ilustrasi pedagang beras eceran di pasar trdisional (FEDRIK TARIGAN/JAWA POS)

Menurutnya, waktu terbaik untuk mengimpor suatu produk adalah ketika harga internasionalnya berada dalam posisi rendah. Sayangnya, Bulog tidak bisa mengimpor hanya berdasarkan kondisi pasar, tetapi harus mengikuti prosedur birokratis pemerintah.

Sebagaimana diketahui, seusia Permendag 103/2015 Pasal 9 ayat 2 an Pasal 10 ayat 3, sebelum dapat mengimpor beras, Bulog harus dapat mendapat instruksi dari Presiden atau pertemuan koordinasi setingkat menteri.

Akibatnya, importasi beras Bulog menjadi kegiatan yang berbiaya tinggi. Sejak Januari 2010 hingga Mareta 2017, data CIPS menyebut BUlog seringkali mengimpor beras dlam jumlah besar ketika harga beras internasional lebih tinggi dibanding bulan sebelumnya.

Ini terjadi pada 2010 (November dan Desember) 2011 (Desember), 2012 (Desember) 2013 (Januari) 2014 (Oktober dan Desember), 2015 (Juni), 2016 (Januari dan Februari), 2017 (Maret). Data CIPS menyebut Bulog dapat menghemat sekitar Rp 303 miliar (USD 22,78 juta) bila impor dilakukan setidaknya satu bulan sebelumnya.

(ask/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up