JawaPos Radar

Ada Dalam Pergub, Begini Skema Cicilan Rumah DP 0 Rupiah

12/10/2018, 20:20 WIB | Editor: Bintang Pradewo
Ada Dalam Pergub, Begini Skema Cicilan Rumah DP 0 Rupiah
Pembangunan rusunami rumah dp 0 rupiah (Reyn Gloria/ JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Dalam mewujudkan rumah susun sederhana milik (Rusunami) dengan uang muka 0 Rupiah, warga di Jakarta harus mengetahui skema pembayaran yang dilakukan. Untuk proyek percontohan, Pemprov DKI membangunnya di Klapa Village, Jakarta Timur.

Rusunami ini diperuntukkan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan untuk warga DKI Jakarta yang tidak memiliki hunian milik sendiri. Plt Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman DKI Jakarta, Meli Budiastuti pun menyampaikan mekanisme pembayaran.

"Iya angsurannya ya sekitar antara Rp 2,1 juta sampai Rp 2,6 juta. Maksimal cicilan paling lama 20 tahun tergantung kemampuan penerima manfaat," tutur Meli di Pondok Kelapa, Jakarta Timur, Jumat (12/10).

Berdasarkan Pergub Nomor 104 Tahun 2018 tentang Fasilitas Pembiayaan Perolehan Rumah Bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah, dijelaskan ada 2 macam fasilitas pembayaran rumah. Diantaranya dengan pembiayaan uang muka pemilikan rumah atau pembiayaan pemilikan rumah.

"Dalam pemberian kredit/pembiayaan uang muka pemilikan rumah sebagaimana dimaksud pada ayat (2), suku bunga/marjin kredit/pembiayaan uang muka pemilikan rumah ditetapkan paling tinggi sebesar 2,5 persen per tahun sudah termasuk premi asuransi jiwa, asuransi kebakaran dan asuransi kredit," tuturnya.

"Pasal 6 suku bunga pembayaran pemilikan rumah ditetapkan paling tinggi sebesar 5 persen per tahun termasuk premi asuransi jiwa, asuransi kebakaran, dan asuransi kredit," lanjutnya.

Meli menyampaikan warga yang berminat dengan hunian ini dapat mencicil hingga 20 tahun melalui fasilitas KPA Bank DKI. Pemprov DKI menyediakan dua skema cicilan yaitu sekitar Rp 2 juta per bulan untuk jangka waktu 20 tahun dengan estimasi penghasilan Rp 5,73 juta.

Skema kedua yaitu cicilan Rp 2,4 juta per bulan dengan jangka waktu 15 tahun. Sementara itu, untuk penghasilan minimal yang harus dimiliki Rp 6,93 juta. 

"Masyarakat yang berminat tinggal membawa KTP untuk isi formulir. Nanti kita input dari situ karena kita sudah kerja sama dengan Dukcapil," jelasnya.

Untuk diketahui pendaftaran baru dimulai pada 1 November 2018. Warga yang berminat dapat datang langsung ke Kantor Dinas Perumahan DKI atau kantor wali kota di wilayah masing-masing untuk mendaftar atau mendapat informasi lebih lanjut.

(rgm)

(rgm/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up