JawaPos Radar

Hitungan Demokrat, Harga Premium Harusnya Rp 9.000-an per Liter

12/10/2018, 19:32 WIB | Editor: Estu Suryowati
Hitungan Demokrat, Harga Premium Harusnya Rp 9.000-an per Liter
ILUSTRASI. Menurut hitungan Kepala Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean, saat ini harga Premium seharusnya di level Rp 9.000-an. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Pembatalan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Premium masih menjadi perdebatan. Pembatalan kenaikan harga Premium oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) sangat mendadak, hanya berselang kurang dari satu jam setelah pengumuman kenaikan harga oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan.

Mengenai kenaikan harga BBM ini, Kepala Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean mengaku mendukung. Pasalnya, harga minyak dunia dunia juga sudah naik.

"Kenaikan BBM menurut saya hitungan secara ekonomi, ini memang harus naik. Karena sekarang harga minya mentah tinggi, harganya USD 85 per barel," ujar Ferdinand di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (12/10).

Anak buah Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu menjelaskan bahwa, jika dihitung sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 191 Tahun 2014, seharusnya Premium saat ini dibanderol Rp 9.000-an per liter.

"Harga BBM Premium sesuai Perpres 191 tata cara penghitungan harga BBM sesuai hitungan Presiden, BBM sekarang seharusnya Rp 9.000-an," jelas Ferdinand.

Dia mengatakan, mengingat tidak adanya subsidi pemerintah untuk Premium maka selayaknya harganya juga ikut naik. Sehingga jika harga Premium tidak dinaikkan, maka hal itu akan berdampak buruk bagi keuangan negara.

(sat/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up