JawaPos Radar

Ditemani JK, Sekjen PBB Terkesan Lihat Penanganan Bencana di Sulteng

12/10/2018, 19:07 WIB | Editor: Imam Solehudin
Gempa Sulteng
Wakil Presiden Jusuf Kalla bersama Sekjen PBB Antonio Guterres dan CEO Bank Dunia Kristalina Georgieva meninjau lokasi terdampak gempa dan pencairan tanah di Balaroa, Palu, Sulawesi Tengah, Jumat (12/10). (Issak Ramadan/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com – Wakil Presiden Republik Indonesia Jusuf Kalla (JK) dan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Gutteres melihat penanganan pascabencana yang terjadi di Sulawesi Tengah. Keduanya mengunjungi warga di rumah sakit lapangan dan pos penampungan serta beberapa titik terdampak di Kota Palu, Jumat (12/10).

Gutteres terkesan melihat penanganan bencana oleh Pemerintah Indonesia yang sangat tanggap. Dia memastikan jika PBB akan terus ada bersama pemerintah dalam upaya pemulihan dan penyelamatan.

“Di sini, di Palu, saya melihat langsung kehancuran yang disebabkan oleh gempa bumi dan tsunami baru-baru ini. Ketika bertemu dan berbincang dengan beberapa orang, mereka menunjukkan kekuatan dan ketangguhan yang luar biasa,” ujar dia melalui akun twitternya, Jumat (12/10).

"PBB bersama anda untuk mendukung pemerintah dalam upaya penyelamatan dan pemulihan," tambahnya.

Baiknya penanganan bencana itu, lanjut Gutteres, terbukti dari pulihnya akses darat dan laut serta utilitas dasar seperti listrik, air dan bahan bakar minyak (BBM).

Untuk jaringan listrik, PLN mengerahkan 1.500 personel untuk memulihkan suplai dari gardu induk menuju jaringan ke rumah-rumah warga. Sedangkan ketersediaan BBM sudah dapat diakses pada 33 SPBU dari 36 yang pernah beroperasi di wilayah terdampak, Palu, Sigi dan Donggala.

Sebelum mereka berkunjung ke beberapa titik, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Willem Rampangilei menjelaskan mengenai wilayah yang terdampak gempa, tsunami dan likuifaksi. Termasuk penanganan darurat pascagempa di hadapan JK, Gutters, dan perwakilan dari Bank Dunia di Bandara Mutiara Al-Jufri, Kota Palu.

Willem menyampaikan bahwa penanganan darurat masih berlangsung dan Pemprov Sulawesi Tengah, telah memperpanjang status tanggap daruratnya hingga 26 Oktober 2018. Mereka pun meninjau Balaroa yang wilayahnya tertimbun akibat likuifaksi dan Pantai Talise, yang tersapu tsunami.

Terkait dengan bantuan internasional, BNPB bekerjasama dengan Kementerian Luar Negeri dan ASEAN Coordinating Centre For Humanitarian Assistance (AHA Centre), telah menerima bantuan internasional dari negara-negara ASEAN dan 16 negara lain. Bantuan berupa transportasi pesawat, makanan dan non-makanan.

Sementara itu, Kepala Kantor UNOCHA Indonesia Oliver Lacey-Hall memuji kemitraan AHA Centre dan BNPB serta komunitas ASEAN. Yakni dalam membangun solidaritas dalam penanggulangan bencana.

Berdasar data terakhir BNPB, gempa 7,4 SR yang disertai tsunami yang terjadi Jumat (28/9) lalu itu mengakibatkan 2.090 jiwa meninggal dunia, 10.679 luka berat, dan lebih dari 87.000 mengungsi.

Saat ini, pemerintah daerah setempat dengan dukungan kementerian/lembaga sedang melakukan survei lokasi untuk pembangunan hunian sementara.

(yes/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up