JawaPos Radar

Jawa Pos Clearing House of Information

Parfum Pisang Dikira Cairan Narkoba

12/10/2018, 16:54 WIB | Editor: Ilham Safutra
Parfum Pisang Dikira Cairan Narkoba
HOAX: mainan baru berbentuk pisang disebut mengandung narkoba. (Istimewa/Radar Mojokerto/Jawa Pos Group)
Share this image

JawaPos.com - Peristiwa seputar jajanan berbahaya di sekolah kerap menyebar dengan cepat. Kadang malah sengaja dimodifikasi dan disebarkan ke grup-grup WhatsApp yang beranggota emak-emak. Akhirnya, kecemasan dan kegalauan pun timbul. Termasuk soal sari buah pisang yang katanya mengandung narkoba.

"Informasi buat rekan2. Bagi yang punya anak TK ,SD dan SMP mohon dengan hormat di sampaikan kpd putra dan putrinya bahwa tadi pagi ada kejadian di SDN 2 Candi sidoarjo selesai membeli sari buah pisang cair dg harga Rp2.000. Diduga ada kandungan Narkoba." Begitu bunyi pesan yang kemarin banyak ditanyakan ke Jawa Pos.

Kata si pembuat pesan, cairan tersebut disemprotkan ke mulut. Pemakainya akan merasakan sensasi segar dan nikmat. Tapi, setelahnya akan lemas. Bola matanya ke atas. Menurut pembuat pesan, kasus tersebut sedang diselidiki Polsek Candi, Sidoarjo. Penjualnya sudah pindah tempat dan masih dicari.

Pesan itu disertai dua foto. Yang pertama bergambar seorang anggota TNI bersama anak SD. Di sekitarnya terdapat seorang pria berpakaian polisi. Selain itu, ada foto barang yang disebut sebagai sari buah pisang mengandung narkoba.

Jika teliti, ada yang aneh dari foto pertama. Di sana terlihat anggota TNI yang sedang bersama anak SD. Dia mengenakan pakaian bertulisan Kodim 0815. Kodim 0815 merupakan kodim di Mojokerto, bukan Sidoarjo.

Berdasar pengecekan tim Jawa Pos Clearing House of Information, tak ada kejadian tersebut di wilayah Sidoarjo. Bahkan, tim Jawa Pos sempat menemukan pesan serupa disebarkan ke media sosial. Hanya diganti tempat kejadian perkaranya. Katanya, terjadi di SDN Kemantren, Tulangan, Sidoarjo.

Nah, peristiwa aslinya ternyata terjadi di Mojokerto. Tepatnya di SDN Kemantren 2, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto. Tapi, benda yang disebut sebagai sari buah pisang yang mengandung narkoba itu salah. Kapolresta Mojokerto AKBP Sigit Dany Setiyono menyatakan, benda tersebut bukan makanan mengandung narkoba.

"Yang benar itu, ada jenis mainan baru berbentuk buah pisang yang di dalamnya berisi cairan berbau harum seperti buah. Dan itu adalah bentuk mainan parfum,'' ungkap Sigit kepada Radar Mojokerto (Jawa Pos Group).

Berdasar hasil identifikasi polisi, parfum tersebut sempat dibeli siswa SDN Kemantren 2. Lalu, disemprotkan ke mulutnya. Bukan ke tubuh atau pakaian. Akhirnya, terjadi reaksi pada si anak tersebut. Dia lemas tak berdaya. Oleh gurunya, siswa itu dibawa ke ruang UKS untuk diobati. Selang beberapa menit kemudian, kesehatannya kembali pulih.

Sampai saat ini polisi masih melakukan penyelidikan lebih untuk mengetahui kandungan dan kualitas produknya. Apalagi, mainan itu tetap berpotensi membahayakan anak-anak. Sebab, produsen mainan itu tak mencantumkan cara penggunaan, merek, izin edar, dan zat-zat yang terkandung di dalamnya. 

FAKTA

Benda yang disebut sebagai sari buah pisang mengandung narkoba ternyata mainan berupa parfum. Kasus anak yang menyemprotkan parfum itu ke dalam mulutnya terjadi di Mojokerto. Bukan Sidoarjo.

(gun/c10/fat)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up