JawaPos Radar

Terdesak Biaya Kos, Cewek 19 Tahun Mencuri di Sekolah

12/10/2018, 16:40 WIB | Editor: Sofyan Cahyono
Pencurian
Kapolres Malang Kota AKBP Asfuri (kiri) menunjukkan barang bukti milik pelaku. (Fisca Tanjung/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Satreskrim Polres Malang Kota berhasil mengungkap kasus pencurian di SMAN 10 Malang. Pristiwanya terjadi Rabu (26/9) lalu, dan pelaku sempat terekam kamera CCTV. Pelaku yang masih berusia 19 tahun itu mengaku nekat mencuri untuk membayar kos.

Tersangka bernama Erika Dinda Yatimah (EDY), 19, warga Bareng Tengah Klojen, Kota Malang. Dia beraksi saat siswa di SMAN 10 Malang sedang melaksanakan kegiatan olahraga.

Kemudian ketika para siswa kembai masuk kelas, ternyata barang-barangnya banyak yang hilang. Pihak sekolah kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polres Malang Kota.

"Satreskrim Polres Malang Kota melakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut. Pada 9 Oktober berhasil diungkap pelakunya," ujar Kapolres Malang Kota AKBP Asfuri, Jumat (12/10).

Erika ditangkap bersama satu orang rekannya yang menjadi penadah. Yakni, Elsa Ismilatul Sa'zya (EIS), 24, warga Dusun Sidoaji, Kelurahan Lumbangsari, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang. "Mereka ditangkap di daerah Jalan Ahmad Yani pada saat dilakukan penyelidikan tim hunter Makota. Ditangkap di jalan," beber Asfuri

Dalam beraksi, pelaku yang sehari-hari tidak bekerja itu menggunakan modus menyamar sebagai petugas perpustakaan. Pelaku memang sudah mengincar sekolah tersebut dan memasuki ruangan kelas yang tengah kosong. "Dia menawarkan buku-buku ke sekolah. Memang mencari kelas yang tidak ada muridnya," jelasnya.

Dari tangan tersangka, petugas berhasil menyita beberapa barang bukti. Antara lain 5 handphone, 1 laptop, 5 dompet, satu asesoris, satu sepeda motor,dan uang tunai Rp 795 ribu.

Asfuri mengungkapkan, pelaku nekat mencuri di sekolah untuk membayar uang kos. "Dia kabur dari rumah. Kemudian memilih satu kosan dengan EIS," ungkapnya.

Berdasarkan pemeriksaan, pelaku mengaku baru beraksi sekali. "Sementara sekolah yang diungkap baru satu. Masih dikembangkan, kemungkinan ada pelaku lain," jelasnya.

(fis/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up