JawaPos Radar

Sandiaga Maklumi Pemerintah Naikkan Harga BBM

12/10/2018, 15:51 WIB | Editor: Sofyan Cahyono
Sandiaga Uno
SAFARI POLITIK: Sandiaga Uno di Keraton Kilen Kompleks Keraton Jogjakarta, Jumat (12/10). (Ridho Hidayat/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Pemerintah menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Calon Wakil Presiden (Cawapre) Sandiaga Uno pun dapat memakluminya. Ia bahkan meminta masyarakat untuk bersiap menghadapi kenaikan kembali jika harga minyak dunia terus naik.

"Kebijakan BBM, kami garis bawahi naik karena dolar terus melemah dan harga minyak dunia juga trennya terus meningkat. Kami harus bersiap-siap menghadapi meningkatnya harga BBM lagi," kata Sandiaga di Keraton Kilen Kompleks Keraton Jogjakarta, Jumat (12/10).

Sandi mengapresiasi upaya pemerintah menunda kenaikan harga BBM jenis premium. Namun, pemerintah juga harus memastikan jangan sampai pasokan premium menjadi langka.

"Harus terjaga dan jangan sampai kebijakan dilakukan untuk pertimbangan politik. Tapi harus ada pemikiran kebijakan jangka menengah, jangka panjang," tutur Sandi.

Sebagaimana diketahui, PT Pertamina (Persero) menaikkan harga beberapa jenis BBM. Seperti Pertamax Series, Dex Series, serta Biosolar Non-PSO. Untuk wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya, harga Pertamax naik Rp 900 menjadi Rp 10.400 per liter, Pertamax Turbo Rp 12.250 per liter, Pertamina Dex Rp 11.850 per liter, Dexlite Rp 10.500 per liter, dan Biosolar Non PSO Rp 9.800 per liter.

Harga tersebut bisa berbeda dengan daerah-daerah lain di Indonesia. Kecuali Nusa Tenggara Barat dan Sulawesi Tengah yang tak mengalami kenaikan harga.

Pemerintah secara mengejutkan menunda kenaikan harga bahan BBM jenis premium. Sebelumnya, Menteri ESDM Ignasius Jonan sempat mengumumkan untuk menaikkan harga premium sebesar 7 persen atau Rp 7 ribu untuk wilayah Jawa, Madura dan Bali (Jamali) dan Rp 6.900 per liter untuk non Jamali.

(dho/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up