JawaPos Radar

Kisah Karisma Evi Tiarani

Dulu Pernah Di-bully Sampai Pindah Sekolah, Kini Raih Emas Para Games

12/10/2018, 15:32 WIB | Editor: Dida Tenola
Dulu Pernah Di-bully Sampai Pindah Sekolah, Kini Raih Emas Para Games
Karisma Evi Tiarani peraih medali emas nomor lari 100 meter Asian Para Games 2018. (Isa Bustomi/ JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Nama Karisma Evi Tiarani kini tengah bersinar. Putri kedua dari pasangan Bejo Riyanto dan Istikomah itu berhasil meraih medali emas dalam ajang olahraga terbesar untuk para penyandang difabel, Asian Para Games (APG) 2018. Tetapi, siapa sangka sebelum berhasil meraih kesuksesan, Evi—sapaan akrabnya—sempat mendapatkan perlakuan tidak mengenakkan.

Lantaran kondisi fisik yang tidak sempurna, Evi sering diolok-olok. Kondisi itulah yang kemudian membuat Evi memilih pindah sekolah saat kelas XII. Dari sebuah SMK Negeri di Solo ke SMAN 8 Solo.

Kepala SMAN 8 Solo Agustina menceritakan derita batin Evi saat masuk ke sekolah tersebut. "Dia mengalami cacat daksa di kakinya, dia datang ke sekolah ini sambil menangis. Setelah saya tanya-tanya ternyata sempat di-bully, jadi dia tidak kuat lalu pindah ke sini," terang Agustina kepada JawaPos.com, Jumat (12/10).

Agustina melanjutkan, awalnya pihaknya juga kebingungan. Sebab, asal sekolah Evi adalah SMK. Bukan SMA.

Agustina lantas melaporkan hal itu kepada Dinas Pendidikan (Disdak) Provinsi Jawa Tengah. Akhirnya Evi mendapat izin melanjutkan pendidikannya di SMA Negeri 8 Solo. "Evi orang sangat santun, dia mempunyai semangat yang tinggi. Dia mempunyai motivasi yang besar untuk terus belajar, makanya saya melapor ke Disdak," imbuhnya.

Untuk pendidikan di kelas ada penyesuaian dari SMK ke SMA. Pelajaran yang tidak didapatkan di SMK akan diajarkan di SMA. "Jadi guru akan memberikan pelajaran tambahan, apa yang tidak didapatkan di SMK diajarkan di SMA ini," ucap Agustina.

Agustina juga sempat menanyakan perihal bakat olahraga yang dimiliki Evi. Evi menyebut, bahwa lari dan cabang atletik menjadi olahraga andalannya. Dan terbukti, melalui latihan keras yang dijalaninya selama ini, Evi berhasil menyumbang medali emas.

Hasil tersebut jelas sangat membanggakan. Tidak hanya bagi sekolahnya, tetapi juga bagi orang tua dan negara.

Meskipun memiliki keterbatasan fisik, Evi ternyata bisa menampilkan hasil yang terbaik. Belum tentu orang normal bisa melakukannya. "Saya terus memberikan semangat kepadanya agar bisa sukses dalam APG. Akhirnya berhasil meraih medali emas," tutur Agustina dengan nada bangga.

(apl/ce1/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up