JawaPos Radar

Human Error, Bus Transjakarta 44 Kali Kecelakaan Selama 2018

12/10/2018, 15:40 WIB | Editor: Bintang Pradewo
Human Error, Bus Transjakarta 44 Kali Kecelakaan Selama 2018
Bus Transjakarta terbalik karena sopir ugal-ugalan dan mengantuk. (Dok. JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Sepanjang tahun 2018, ini moda transportasi bus Transjakarta mengalami 44 kali kejadian kecelakaan lalu lintas yang tersebar di 11 koridor rute perjalanan. Akibatnya, kerugian yang dialami PT Transjakarta ditaksir mencapai Rp 121 juta. Tak hanya itu, sebanyak 59 orang penumpang menjadi korban kecelakaan, 6 di antaranya meninggal dunia.

Data tersebut dirilis oleh Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Jumat (12/10). Kasubdit Penegakkan Hukum dan Pembinaan Ditlantas PMJ, AKBP Budianto menyebutkan selama 2018 dari Januari hingga awal Oktober ini, Bus Transjakarta mengalami kecelakaan sebanyak 44 kejadian yang tersebar di 11 rute perjalanan.

Kecelakaan Bus Transjakarta itu terjadi paling banyak disebabkan karena kelalaian dan kurangnya konsentrasi sopir bus. Mengantisipasi demikian, Ditlantas Polda Metro akan menindak tegas kepada para pengemudi bus dan pengendara yang terbukti melanggar.

Human Error, Bus Transjakarta 44 Kali Kecelakaan Selama 2018
Infografis kecelakaan Bus Transjakarta (Kokoh Praba/JawaPos.com)

"Kecelakaan banyak disebabkan oleh human error pengemudi Bus Transjakarta. Selain itu kami akan tindak tegas pelanggar yang menyerobot perlintasan busway," saat dikonfirmasi, Jumat (12/10).

Sementara itu, Direktur Utama PT Transjakarta Budi Kaliwono menjelaskan, kecelakaan yang marak terjadi disebabkan banyak hal. Di antaranya, minimnya rambu dan marka jalan dan kelalaian dari sopir bus.

Selain itu, tidak sedikit kecelakaan pun disebabkan karena orang atau pengendara lain yang menyerobot perlintasan bus Transjakarta. Sehingga membuat sopir menjadi oleng dan banting setir mendadak.

"Kecelakaan disebabkan karena banyak hal. Di antaranya karena rambu masih sangat kurang. Banyak juga dari kesalahan sopir. Harus lihat case by case kecelakaannya. Supaya bisa lebih jelas," ujarnya.

Mengantisipasi maraknya kecelakaan Bus Transjakarta, Budi pun terus akan memberikan penalti setiap pelanggaran kepada sopir. Termasuk pemberian sanksi sangsi berat, hingga pemecatan supir.

"Bila kelalaiannya sangat jelas terbukti sopir bisa dipecat atau denda dalam jumlah besar," tegasnya.

(ce1/wiw/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up