JawaPos Radar

Sepakat dengan Andi Arief, Karding Sebut Kubu Oposisi Pura-Pura Happy

12/10/2018, 15:14 WIB | Editor: Dimas Ryandi
Abdul Kadir Karding
Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf Amin, Abdul Kadir Karding menilai, partai koalisi seperti PAN, PKS, Demokrat dan Partai Berkarya malas membantu memenangkan Prabowo-Sandiaga Uno di pilpres 2019. (Derry/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf Amin, Abdul Kadir Karding menilai, partai koalisi seperti PAN, PKS, Demokrat, dan Partai Berkarya malas membantu memenangkan Prabowo-Sandiaga Uno di Pilpres 2019.

"Saya melihat di sana ada keengganan partai-partai pengusung untuk bekerja full," ujar Karding di Posko Cemara, Jakarta, Jumat (12/10).

Partai-partai pengusung selain Gerindra juga ia duga tidak bahagia. Pasalnya dalam struktur kemenangan di Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi terlalu dominan diisi oleh Partai Gerindra.

"Jadi kalau ngomong happy itu sepertinya di permukaan saja," katanya.

Selain itu, Karding juga menilai kritik yang disampaikan oleh anak buah Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Andi Arief memperlihatkan koalisi Prabowo-Sandi renggang dan tak solid.

"Jadi mungkin saja di sana (koalisi Prabowo-Sandi) lagi renggang dengan keadaan yang ada," pungkasnya.

Diketahui, sebelumnya Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Demokrat Andi Arief mempertanyakan keseriusan Prabowo untuk menjadi kepala negara di Indonesia tersebut. Pasalnya saat ini yang terlihat aktif untuk berkampanye adalah Sandiaga Uno.‎

"Ini otokritik, jadi kalau dilihat cara berkampanyenya sebetulnya yang mau jadi presiden itu Sandiaga Uno atau Pak Prabowo, ya? Saya menangkap kesan Pak Prabowo agak kurang serius mau jadi presiden," ujar Andi Arief.

Menurut Andi, apabila Prabowo terus berdiam diri tanpa melakukan kampanye, ia dipastikan kalah di Pilpres 2019 mendatang. Pasalnya tidak ada rumusnya orang yang malas kampanye akan menang.

Waktu enam bulan yang tersisa saat ini dalam politik terlalu pendek. Sehingga Prabowo segera mungkin untuk melakukan kampanye seperti apa yang telah dilakukan Sandiaga Uno, yakni dengan menyapa masyarakat.

"Pak Prabowo harus keluar dari sarang Kertanegara, kunjungi rakyat, sapa, peluk, cium, dan sampaikan apa yang akan dilakukan kalau menang di tengah ekonomi yang sulit ini," pungkasnya.

(ce1/gwn/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up