JawaPos Radar

Ekspektasi Suku Bunga AS Bikin Rupiah Sulit Naik

12/10/2018, 14:47 WIB | Editor: Teguh Jiwa Brata
Ekspektasi Suku Bunga AS Bikin Rupiah Sulit Naik
Ilustrasi nilai tukar Rupiah terhadap USD (Sumut Pos)
Share this image

JawaPos.com - Pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) hingga akhir pekan ini masih memprihatinkan karena mencapai level terendah di kisaran 15.260.

Analis Research Analyst Forextime Lukman Otunuga mengatakan, pekan trading ini masih memprihatinkan bagi Rupiah lantaran melemahnya pasar berkembang, ketegangan dagang, dan ekspektasi kenaikan suku bunga AS yang sangat membebani Rupiah. 

“Depresiasi signifikan Rupiah jelas didorong oleh faktor eksternal, namun tetap dapat memberi dampak negatif pada ekonomi Indonesia di kuartal ini,” ujarnya, Jumat (12/10).

Menurutnya, Rupiah mengalami tekanan jual, maka tinggi pula ekspektasi terhadap kenaikan suku bunga Bank Indonesia untuk menolong Rupiah dan membatasi arus keluar modal. 

“Pertanyaannya adalah apakah langkah tersebut dapat berdampak positif terhadap Rupiah, terutama mengingat suku bunga telah ditingkatkan lima kali sejak pertengahan Mei ini,” tututnya.

Lukman menuturkan, dari aspek teknis, Dolar terhadap Rupiah tetap sangat menarik di grafik harian. Pasar saham global merosot di hari Kamis kemarin, setelah sesi yang mengecewakan bagi Wall Street di malam harinya yang mencatat aksi jual terburuk bagi saham AS dalam lebih dari delapan bulan terakhir.

Sebagai informasi, kritik terbaru Presiden AS Donald Trump mengenai kenaikan suku bunga Federal Reserve adalah salah satu faktor di balik aksi jual signifikan ini, namun ada beberapa faktor penting lainnya. 

Pasar saham global semakin jelas menghadapi keadaan yang sangat menantang, seperti kenaikan imbal hasil obligasi AS, perang dagang AS-Tiongkok, masalah pertumbuhan global, dan prospek kenaikan suku bunga AS. Selama berbagai faktor ini terus berlanjut, ketertarikan terhadap saham sepertinya akan terus menurun, dan kemudian memicu spekulasi bahwa situasi bullish akan berakhir.

(mys/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up