JawaPos Radar

BPJS Kesehatan Palembang Defisit Rp 470 Miliar

12/10/2018, 13:36 WIB | Editor: Sofyan Cahyono
Andi Ashar
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Palembang Andi Ashar. (Alwi Alim/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) cabang Palembang mengalami defisit Rp 470 miliar. Faktor utama penyebabnya adalah ketidakpatuhan peserta mandiri. Mereka banyak yang menunggak pembayaran iuran.

"Ini dikarenakan banyak peserta mandiri yang menunggak. Sehingga penerimaan iuran dan biaya pelayanan yang dikeluarkan tidak seimbang," kata Kepala BPJS Kesehatan Cabang Palembang Andi Ashar saat ditemui di Kantor Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang, Jumat (12/10).

Sebagai gambaran, BPJS Kesehatan Palembang seharusnya menerima iuran dari peserta mandiri senilai Rp 136 miliar. Namun yang diterima hanya Rp 80 miliar.

Andi menjelaskan, penerimaan iuran dari peserta mandiri sekitar Rp 250 miliar. Sementara biaya pelayanan kesehatan mencapai Rp 720 miliar. Artinya mengalami defisit sekitar Rp 470 miliar. "Untuk itu, kami harap kesadaran masyarakat tumbuh dan patuh dalam membayar iuran. Jangan hanya bayar iuran pas sakit saja," pesan Andi.

Berbeda halnya dengan kepesertaan dari badan usaha. Saat ini, kepesertaan dari badan usaha sudah cukup patuh. Bahkan tercatat hampir 98,9 persen setelah diberlakukan sistem post payment. "Kami harap kepatuhan ini juga diikuti para peserta mandiri BPJS Kesehatan," harap Andi.

Wali Kota Palembang Harnojoyo menekankan, pelayanan kesehatan suatu hal yang utama. Untuk itu, pemkot selalu memprioritaskan setiap pembayaran BPJS Kesehatan. "Terbukti saat ini Pemkot Palembang tidak memiliki tunggakan BPJS kesehatan," imbuh Harnojoyo.

(lim/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up