JawaPos Radar

Eks Penghuni Lahan HP 105 Terpaksa Tidur di Jalan

12/10/2018, 13:09 WIB | Editor: Sofyan Cahyono
penggusuran
BELUM DIPINDAHKAN: Tumpukan barang-barang milik warga Demangan, Jebres yang digusur masih teronggok di pinggir jalan. (Ari Purnomo/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Solo mengosongkan lahan Hak Pakai (HP) 105 di Demangan, Jebres. Warga pun digusur. Hingga kini, sejumlah warga korban penggusuran belum beranjak dari tempat tinggalnya.

Bahkan, warga terpaksa tidur di tepi jalan karena belum mempunyai tempat tinggal lain sebagai pengganti huniannya. Barang-barang milik warga juga masih berserakan masih di pinggir jalan. Sebagian besar warga belum memindahkan barang-barangnya lantaran tidak ada tempat yang digunakan.

Salah seorang warga, Bambang Ahmad Yusuf, 59, mengatakan, dirinya belum memindahkan barang karena memang tidak punya tempat untuk menampung barang-barang tersebut. Sehingga barang-barang miliknya hanya dibiarkan di pinggir jalan.

"Semua barang masih di sini, karena saya juga tidak punya uang untuk mengontrak rumah. Jadi barang tetap di sini dulu," terangnya kepada JawaPos.com, Jumat (12/10).

Selain membiarkan barang berserakan di pinggir jalan, Bambang juga terpaksa tidur di pinggir jalan. Dengan beralaskan tikar, dia bersama warga lainnya harus tidur sembari mengawasi barang-barang miliknya. "Ya sekalian mengawasi barang-barangnya, karena kan semua barang di luar," terangnya.

Nasib serupa dialami Wasiyem, 64. Dia juga belum memindahkan barang-barang miliknya. Wasiyem masih bingung akan memindahkan barang-barang miliknya ke mana. Pasalnya, selama ini dirinya juga tidak punya tempat tinggal lain. "Saya tidak tahu mau pindah ke mana. Tempat juga tidak ada. Jadi biar di sini dulu, entah sampai kapan," ucapnya.

Sementara berdasarkan pantauan JawaPos.com di lokasi, sejumlah warga terlihat masih mengais sisa bangunan yang mungkin bisa dimanfaatkan. Mereka juga memilah-milah barang miliknya yang akan digunakan.

Akses jalan yang melintas di depan lokasi untuk sementara ditutup. Jadi warga yang ingin melintas terpaksa mencari akses jalan lain.

(apl/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up