JawaPos Radar

Hadiri Pertemuan IMF di Bali, BP Batam Berharap Tingkatkan Investasi

12/10/2018, 12:51 WIB | Editor: Dida Tenola
Hadiri Pertemuan IMF di Bali, BP Batam Berharap Tingkatkan Investasi
Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo (tengah) ketika menghadiri pertemuan IMF di Nusa Dua, Bali. (BP Batam for JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com- Annual Meetings (AM) International Monetary Fund (IMF)-World Bank Group (WBG) berlangsung di Nusa Dua, Bali. Badan Pengusahaan (BP) Batam dan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menjadi dua instansi khusus asal Indonesia yang hadir pada pertemuan internasional tersebut.

Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo menjelaskan, partisipasi mereka dalam AM IMF-WBG itu merupakan langkah yang tepat dan strategis. Dengan begitu, masyarakat dunia akan lebih mengenal Batam bukan hanya sebagai tempat industri dan investasi. Dunia bisa akan lebih tahu bahwa Batam mulai bertransformasi menuju era yang modern.

Selain pembangunan infrastruktur, BP Batam juga sedang mengembangkan e-commerce. E-commerce menjadi salah satu prioritas program dalam meningkatkan status Batam sebagai kawasan free trade (perdagangan bebas) terbaik di Asia.

"Kami juga akan mendapatkan informasi dan pengalaman, serta networking yang semakin luas," terang Lukita melalu pernyataan resmi, Jumat (12/10).

BP Batam bisa melihat dan menyikapi berbagai informasi mengenai perkembangan ekonomi dunia bersama pihak-pihak yang terlibat di dalamnya. Sehingga akan didapat berbagai strategi dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi di wilayah Batam dan juga Kepulaun Riau (Kepri). Terutama bagaimana mengelola kawasan Free Trade Zone (FTZ) hingga menjadikan Batam sebagai lokasi investasi terbaik di Asia.

Sementara itu, Kepala BKPM Thomas Lembong menerangkan, nilai rupiah terhadap dollar Amerika merupakan dampak yang sangat tidak menguntungkan bagi Indonesia. Padahal mata dunia saat ini sedang melihat perkembangan Indonesia.

"Ini merupakan tantangan bagi kita untuk berusaha menguatkan kembali nilai rupiah di pasar global. Bagaimana kebijakan dan politik dalam negeri bisa menyiasati nilai rupiah terhadap dolar," kata Lembong, yang juga menjadi pembicara pada forum tersebut.

 

(bbi/JPC)

Alur Cerita Berita

Lihat semua

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up