JawaPos Radar

Dahnil: Ekonomi Nasional Dikuasai Asing, Banyak Anak jadi Stunting

12/10/2018, 11:25 WIB | Editor: Dimas Ryandi
Dahnil Anzar
Kordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) pasangan pilpres nomor urut 02, Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan, saat ini sudah banyak sektor ekonomi strategis yang dikuasai oleh asing. (jpnn/jawapos.com)
Share this image

JawaPos.com - Kubu Prabowo-Sandi kembali menyoroti sektor perekonomian Indonesia. Oposisi menilai kondisi ekonomi bangsa ini  telah jauh berada di luar amanah pasal 33 dan 34 Undang-undang Dasar (UUD) 1945.

Kordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) pasangan pilpres nomor urut 02, Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan, saat ini sudah banyak sektor ekonomi strategis yang dikuasai oleh asing. Misalnya, keungan atau perbankan, telekomunikasi, pengelolaan sumber daya alam dan tambang, bahkan ekonomi digital pun mulai dikuasai asing. 

"Penguasaan sumber-sumber ekonomi strategis oleh asing menyebabkan kita tidak berdaulat sebagai bangsa. Kita kehilangan kedaulatan ekonomi karena cabang-cabang ekonomi yang penting bagi negara tidak kita kuasai sepenuhnya," ujar Dahnil dalam keterangan tertulisnya yang diterima JawaPos.com, Jumat (12/10).

Atas dasar itu, Dahnil yang juga merupakan Ketua Pemuda PP Muhammadiyah menilai, rakyat Indonesia telah kehilangan kedaulatan ekonomi. Karena tidak bisa berkuasa di negeri sendiri. Termasuk soal Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang seharusnya mampu menjadi pertahanan ekonomi Indonesia.

"Namun ironisnya BUMN selama ini menjadi sapi perahan kepentingan kelompok politik tertentu, sehingga tidak maksimal menjadi pertahanan ekonomi domestik kita," sambungnya.

Efek dari fenomena ini, lanjut Dahnil, mengakibatkan kemiskinan bagi rakyat Indonesia. Sehingga banyak bibit masa depan bangsa justru dihadapkan dengan berbagai masalah. Seperti stunting growth atau gangguan pertumbuhan badan alias kerdil.

"Anak Indonesia dihadapkan dengan masalah pertumbuhan yang bermasalah karena kekurangan gizi tersebut. Apa sebabnya, karena miskin. Jadi jika ekonomi nasional dikuasai Asing, imbasnya banyak anak jadi stunting. Ini berbahaya untuk masa depan Indonesia," pungkas Dahnil.

(sat/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up