JawaPos Radar

Kirim Bantuan ke Sulteng, APDESI Bawa 3 Ton Perlengkapan Bayi

12/10/2018, 10:46 WIB | Editor: Dimas Ryandi
Relawan Palu
Sejumlah relawan di Palu saat sedang melaukan evakuasi di daerah terdampak gempa dan tsunami. (ACT for JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Bantuan dari berbagai organisasi atau asosiasi terus mengalir untuk para korban bencana gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah. Salah satunya Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) yang juga ikut mengirimkan sumbangan untuk para korban gempa di sejumlah wilayah tersebut.

Sumbangan yang bakal dikirim lewat jalur darat Makassar dan dikirim hari ini, Jumat (12/10). Pemberian sumbangan di pimpin langsung oleh Ketua Umum APDESI Suhardi Buyung, didampingi Sekretaris Jenderal Ipin Arifin dan Bendahara Umum APDESI Patrika S Andi Paturusi.

"APDESI peduli Palu akan berangkat Hari ini menuju Palu dengan membawa bantuan Berupa Tenda, sarung, selimut makanan dan susu bayi," tutur Ketua Umum APDESI Suhardi Buyung dalam keterangan tertulisnya pada JawaPos.com, Jumat (12/10).

Bantuan itu berbentuk perlengkapan Bayi yang merupakan sumbangan dari kepala-kepala desa di seluruh Indonesia. Suhardi berharap, bantuan yang dikirim nanti bisa terdistribusi dan diterima korban sehingga bisa dirasakan langsung manfaatnya.

"Kami juga terus berdoa, kegiatan ekonomi di Palu, Donggala, dan Sigi bisa segera pulih dan kembali bangkit," katanya.

Menurut Suhardi, sejumlah bantuan ini sebetulnya sudah terkumpul lama. Namun pihaknya baru bisa mengirim hari ini karena sempat kesulitan untuk mengangkut sumbangan-sumbangan itu.

"Akhirnya diputuskan kirim ke Makassar kemudian dari Makassar dikirim melalui jalur darat," katanya.

Bendahara Umum APDESI Patrika S Andi Paturusi menambahkan, pihaknya membawa banyak susu dan makanan bayi, juga pakaian dan pampers. "Total semua bantuan itu ada 3 ton," katanya.

Sekedar info, Gempa berkekuatan magnitudo 7,4 disertai tsunami menerjang Palu, Sulawesi Tengah, dan sekitarnya pada Jumat petang, 28 September 2018. 

Diketahui, Kepala Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho menyebut bahwa korban tewas hingga kamis mencapai 2.073 orang, setelah ditemukan 28 jenazah tambahan. Semuanya sudah dimakamkan 994 di pemakaman masal, dan 1079 dimakamkan oleh keluarga.

"Yang masih hilang, 680 orang, terbanyak di Palu, jumlahnya 652 orang," katanya.

(jpg/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up