JawaPos Radar

Koalisi Jokowi Beri Tujuh Poin Penting ke Prabowo

12/10/2018, 09:23 WIB | Editor: Kuswandi
Jokowi-Maruf Amin
Ilustrasi: Jokowi-Maruf Amin (Koko/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto kembali menyoroti kondisi ekonomi di Indonesia. Beberapa persoalan pun disampaikan Prabowo lantaran ekonomi dan kekayaan Indonesia tidak pro terhadap rakyat kecil.

Menanggapi hal tersebut, Ketua DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Lukman Edy mengatakan Prabowo benar-benar tidak diberikan informasi yang valid tentang kondisi bangsa kita hari ini. Seharusnya timnya Prabowo-Sandi, terutama tim ekonominya memberikan narasi yang benar.

"Kalau seperti ini akhirnya hoaks di bidang ekonomi bukan hanya isu di sosial media, tetapi disampaikan langsung dari mulutnya Prabowo. Secara rinci beberapa pernyataannya yang bombastis tapi tidak didukung oleh fakta dan data," ujar Lukman dalam keterangan tertulis yang diterima JawaPos.com, Jumat (12/10).

Lukman pun menyampaikan tujuh poin penting yang diberikan ke Prabowo Subianto. Pertama, tidak peduli dengan bangsa dan negara, lebih mencari keuntungan untuk pihak dan keluarganya‎.

Dia tidak tahu maksud Prabowo ini siapa yang mencari keuntungan untuk keluarganya, kalau menuduh Presiden Jokowi memperkaya keluarganya sendiri, itu salah alamat.

"Pak Jokowi selama 4 tahun menjadi Presiden, keluarganya tidak terlibat sama sekali, beda dengan rezim-rezim sebelumnya. Anak dan keponakan Jokowi tidak ada yang jadi politisi, tidak ada yang jadi pejabat negara dan tidak ada yang menjadi konglomerat," tegasnya.

Kedua, bangsa ini tambah miskin. Data dari mana Prabowo dapat sehingga menyimpulkan bangsa ini tambah miskin.

Angka kemiskinan baru di pemerintahan Jokowi ini menembus 1 digit dibawah 10 persen. Ini menandakan program pengentasan kemiskinan Pak Jokowi sudah benar dan impresif, bahkan dipuji oleh luar negeri.

"Di sidang IMF dan World Bank, dinyatakan dunia harus mencontoh Indonesia dalam mengatasi kemiskinannya," katanya.

Indeks Pembangunan Manusia Indonesia sebesar 0.684 (2014) - 0.708 (2017). IPM semua provinsi naik, kenaikan tertinggi di Papua, Papua Barat, Gorontalo, dan NTB. Untuk pertama kalinya selanjang sejarah, kenaikan IPM tertajam di Indonesia Timur.

Ketiga, bangsa ini tambah tidak baik. ‎Indikator apa Prabowo pakai untuk menghitung bertambah baik atau bertambah buruknya bangsa ini. Karena dari data yang ia peroleh Indonesia adalah empat negara terbesar di dunia ekonominya.

"Indonesia juga bukan negara yang terancam bangkrut seperti yang selalu didengungkan oleh Prabowo. Ini negara yang terancam bangkrut," ungkapnya.

Keempat, mengalir keluarnya kekayaan nasional alias dikuasai asing. Ini termasuk informasi yang tidak benar. Posisioning Indonesia berkenaan dengan penguasaan asing jauh lebih baik dibanding negara-negara se Asia Tenggara lainnya.

"Belum lagi regulasi selama 4 tahun ini, kelihatan betul keberpihakan pemerintahan Jokowi terhadap kekuatan bangsa sendiri. Yang paling fenomenal adalah kembalinya ke ibu pertiwi tambang emas terbesar di Papua dan blok minyak terbesar di Rokan Riau," tegasnya.

Kelima, bangsa ini menjadi kacung dari bangsa asing. Lukman mengatakan ini isu lama yang sudah terbantahkan sebenarnya.

Indonesia jauh dibawah negara negara Arab, Malaysia, Singapura bahkan Hongkong dan Brunei Darusalam. Pengaturan Tenaga Kerja Asing di Indonesia jauh lebih baik dibanding negara lain. Indoneesia juga jauh lebih memberikan proteksi kepada tenaga kerja dalam negeri.

Keenam, masyarakat kehilangan tanah air Indonesia.‎ Menurut Lukman, tanah air mana yang hilang ? Timur Leste bukan jaman Presiden Jokowi, Aceh dan Papua aman aman saja, dan 4 tahun terakhir ini hampir tidak ada gejolak di daerah daerah tersebut.

"Bahkan diplomasi Indonesia di luar negeri untuk mempertahankan batas-batas NKRI sangat progresif," katanya.

Ketujuh, Prabowo mengatakan make Indonesia great again. Lukman mengatakan hanya pernyataan ini yang benar dari pidato Prabowo, tetapi bedanya Prabowo baru slogan. Sementara Presiden Jokowi sudah melakukannya. Sehingga 5 tahun ke depan jika Jokowi masih diberikan kepercayaan oleh rakyat untuk bersama sama dengan Ma'ruf Amin akan menjalankan program-program pembangunan lebih maju lagi.

"Kemudian juga didukung oleh masyarakat yang aman tentram dan menjadi pluralitas, Insya Allah make Indonesia great again akan terwujud, bukan hanya sekedar slogan," pungkasnya.

(gwn/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up