JawaPos Radar

Liga 1 2018

Komdis PSSI 'Memiskinkan' Klub Tanpa Hukuman Denda

12/10/2018, 05:30 WIB | Editor: Bagusthira Evan Pratama
Liga 1 2018, Arema FC, Persebaya surabaya, Komdis PSSI, Persib bandung
Komisi Disiplin (Komdis) PSSI semakin bertindak tegas atas sejumlah pelanggaran yang terjadi di pentas Liga 1 2018 (Istimewa)
Share this image

JawaPos.com - Komisi Disiplin (Komdis) PSSI kembali bersikap tegas atas pelanggaran yang terjadi di panggung sepak bola Indonesia. Kali ini Komdis dengan regulasi yang sudah disusunnya mencoba 'memiskinkan' klub tanpa memberikan hukuman denda.

Hal itu dirasakan oleh dua klub raksasa Tanah Air, Persib Bandung dan Arema FC. Atas kelalaian panitia pelaksana (panpel) pertandingan, kedua kubu sama-sama dijatuhi hukuman berat di sisa kompetisi Liga 1 2018.

Beberapa waktu lalu, Persib dihukum tak boleh bermain di seluruh stadion yang ada di Pulau Jawa. Selain itu, Maung Bandung tidak boleh didampingi suporternya dalam setiap pertandingan hingga pertengahan Liga 1 2019 mendatang.

Hal demikian diterima Persib menyusul tewasnya suporter Persija Jakarta, Haringga Sirla di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) 23 September 2018 lalu. Persib dinilai menjadi pihak yang paling bersalah sehingga ada kerugian yang diterima oleh manajemen klub.

Dengan adanya hukuman usiran dari Pulau Jawa plus tanpa penonton, otomatis hal tersebut berdampak pada pemasukan klub. Manajemen Persib tetap harus merogoh koceknya demi biaya transportasi dan akomodasi selama bermain di luar kota. Dengan tidak diimbangi pemasukan klub hasil penjualan tiket pertandingan, tentu sedikit banyak bakal memengaruhi neraca keuangan Maung Bandung

Hukuman yang hampir serupa diterima Arema FC. Hingga akhir musim Liga 1 2018, Singo Edan dipastikan merugi karena seluruh pertandingan baik home maupun away tak boleh dihadiri oleh Aremania.

Suporter Arema dilarang datang ke stadion terhitung mulai pekan ke-25 Liga 1 2018. Hukuman itu mereka dapat karena adanya pelanggaran-pelanggaran ketika Arema menjamu Persebaya Surabaya, Sabtu (6/10) lalu.

Kondisi demikian tentunya amat disayangkan oleh manajemen klub. Sebab keberadaan suporter dinilai sangat berpengaruh pada perjalanan setiap kesebelasan. Selain memberi dorongan motivasi, keberadaan suporter juga menjadi pancingan agar pihak-pihak lain mau memasang iklan di klub yang bersangkutan.

"Klub juga kehilangan pendapatan, tentu akan berpengaruh terhadap operasional kelangsungan hidupnya. Tidak hanya pemain dan official, tapi nasib karyawan juga akan terdampak," sesal Iwan Budianto, CEO Arema FC.

Hukuman seperti ini memang bukan sekali dua kali dikeluarkan Komdis. Namun semua pihak tentunya berharap, sanksi berat yang diterima Persib serta Arema bisa menjadi pelajaran berharga agar tidak terjadi lagi 'ulah-ulah nakal' baik di dalam maupun luar pertandingan.

(bep/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up