JawaPos Radar

Tahun Politik, Komisi Penyiaran Ajak Wartawan Awasi Iklan Kampanye

11/10/2018, 23:09 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
FGD KPID Sumbar
PENYIARAN: Ketua KPID Sumbar Afriendy saat memberikan sambutan dalam FGD bertema Peran Media Cetak dan Online Mendorong Terwujudnya Penyiaran Sehat Berkualitas di Sumbar di aula KPID Sumbar, Kamis (11/10). (Riki Chandra/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com – Penyelenggaraan Pilpres yang berbarengan dengan Pileg membuat Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) kelimpungan. Sebab, derasnya arus informasi yang mengusung pencitraan, membuat kinerja mereka berlipat ganda dalam melakukan pengawasan.

KPID memandang, tahun-tahun politik menjadi tahun tersulit bagi mereka untuk mengawasi arus siaran informasi di televisi maupun radio. Apalagi, KPID tidak bisa memantau daerah-daerah yang jauh dari pusat saluran.

Hal itu disampaikan Ketua KPID Sumbar Afriendy dalam FGD bertema Peran Media Cetak dan Online Mendorong Terwujudnya Penyiaran Sehat Berkualitas di Sumbar di aula KPID Sumbar, Kamis (11/10).

"Pengawasan informasi tidak saja tugas KPID. Kami butuh bantuan rekan-rekan media, masyarakat untuk turut memantau aktifitas penyiaran yang tidak sehat," kata Afriendi.

Komisioner KPID lainnya, Robert Kenedy juga menyinggung soal konten kampanye melalui lembaga penyiaran. Pihaknya mengaku akan bersinergi dengan KPU dan Bawaslu sebagai penyelenggara Pemilu.

"Ada aturan jelas soal kampanye di lembaga penyiaran. Tapi, harus dilakukan lembaga penyiaran secara adil dan berimbang. Artinya, antara masing-masing kandidat jam dan durasinya harus sama," kata anggota bidang pengawasan KPID Sumbar itu.

Sesuai aturan, sebut Robert kampanye melalui lembaga penyiaran melalui televisi hanya diperbolehlan dengan durasi maksimal 30 detik dan untuk radio maksimal 60 detik. "Bagi yang melanggar nanti tentu akan kami tindak. Tentunya pengawasan media sangat kami perlukan," katanya.

Kabid Kelembagaan KPID Sumbar Mardatillah melanjutkan, KPID adalah lembaga kontrol yang menjaga moral bangsa dari tayangan-tayangan melanggar dan tidak mendidik. "Tontonan tidak baik jelas berpengaruh terhadap nalar berfikir anak bangsa," katanya.

Selain belasan awak media dari berbagai media cetak, online lokal dan nasional, FGD itu diikuti semua Komisioner KPID.

(rcc/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up