JawaPos Radar

Duo Rompak 100 Kg Sabu Divonis Hukuman Mati

11/10/2018, 22:15 WIB | Editor: Budi Warsito
Duo Rompak 100 Kg Sabu Divonis Hukuman Mati
Edy dan Arman saat menjalani persidangan.  (Prayugo Utomo/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Dua penyelundup (rompak) 100 kg sabu dijatuhi hukuman mati oleh Pengadilan Negeri Medan, Kamis (11/10). Mereka terbukti sudah menyelundupkan sabu-sabu dari Malaysia ke Kota Medan. 

Ketua Majelis Hakim, Ali Tarigan yang membacakan putusan. Terdakwa Edy Suryadi alias Adi, 40 dan Arman alias Man, 31  dinyatakan telah terbukti melakukan perbuatan yang diatur dan diancam dengan Pasal 114 ayat 2 juncto Pasal 132 ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Edy dan Arman telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan percobaan atau pemufakatan jahat menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, menyerahkan, atau menerima narkotika golongan 1 bukan tanaman dengan berat lebih dari 5 gram.

“Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Arman alias Man dan Edy Suryadi alias Adi dengan pidana mati,” kata Ali. 

Keduanya hanya tertunduk lemas. Putusan majelis hakim sama dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU). Chandra Priono Naibaho selaku JPU meminta mereka dijatuhi vonis hukuman mati. 

Saat ditanya hakim, kedua terdakwa melalui penasihat hukumnya menyatakan banding. Sementara  pihak JPU belum menyatakan sikapnya di depan majelis hakim.

Edy dan Arman ditangkap bersama Syafi’i alias Fi’i (28) ditangkap petugas Direktorat Tindak Pidana  Narkoba Mabes Polri setelah menyelundupkan 100 Kg sabu-sabu dari Penang, Malaysia, ke Medan pada 12 Desember 2017. 

Keduanya diringkus di rumah Arman di Jalan Baru Lingkungan 15 Gang Keluarga, Terjun, Medan Marelan, Medan pada 12 Desember 2017 sekitar pukul 01.30 Wib.

Petugas menemukan tujuh karung berisi 100 kg sabu. Barang haram itu disembunyikan di dalam kamar mandi. 

Arman juga diketahui sebagai pemilik kapal. Dia diupah Rp 10 juta untuk menjemput narkoba itu dari perairan Penang, Malaysia. Saat menjemput narkotika itu, warga Samalanga, Bireuen, Aceh ini ditemani Mulyadi yang hingga kini masih buron. 

Sementara Syafi’i bertugas membawa 7 karung sabu-sabu itu dari kapal boat di perairan Belawan hingga ke rumah Arman. Barang haram itu diangkut menggunakan becak. Perjalanannya dari Belawan telah dipantau petugas kepolisian. Dalam perjalanan kasus ini, Syafi’i meninggal dunia di dalam tahanan.

Penangkapan Arman dan Syafi’i itu berlanjut dengan diringkusnya Edy di Jalan Gagak Hitam Medan, sekitar pukul 08.00 Wib. Warga Teladan, Medan ini merupakan pengendali penyelundupan narkotika itu bersama Jaini alias Apani (DPO). 

(pra/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up