JawaPos Radar

Melawan dan Buron Dua Tahun, Kedua Kaki Wahyu Didor Petugas

11/10/2018, 20:56 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Kasus Curas
KASUS CURAS: Tersangka Wahyu saat ditemui di Mapolda Sumsel, Kamis (11/10). (Alwi Alim/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Pelarian panjang Wahyu, 23, selama dua tahun masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) akhirnya terhenti usai ditangkap Jatanras Polda Sumsel, Selasa (9/10). Tersangka terpaksa dihadiahi timah panas di kedua kakinya karena sempat melakukan perlawanan saat akan ditangkap.

Berdasarkan catatan kepolisian, tersangka Wahyu ini ditemani Ogik (DPO) menjadi buron atas kasus curas disertai pembunuhan terhadap korban Edo di Kawasan Jalan Yusuf Singadekane Kecamatan Kertapati, Palembang pada tahun 2016 lalu.

Kedua tersangka ini melakukan pengeroyokan terhadap korban dengan memukul korban menggunakan kayu balok dan kemudian merampas motor korban serta telepon genggam milik korban. Atas kejadian tersebut, korban Edo pun tewas.

Kasus Curas
ILUSTRASI: Berdasarkan catatan kepolisian, tersangka Wahyu ini ditemani Ogik (DPO) menjadi buron atas kasus curas disertai pembunuhan terhadap korban Edo di Palembang. (Kokoh Praba Wardani/JawaPos.com)

Di hadapan petugas, Wahyu mengakui jika aksi pemukulan tersebut dilakukannya bersama rekannya Ogik. Hal ini dikarenakan cemburu lantaran pacarnya selingkuh dengan korban.

"Aku cemburu pak, jadi emosi dengan korban. Karena cewek itu masih status pacaran sama aku," katanya saat ditemui sewaktu rilis perkara di Mapolda Sumsel, Kamis (11/10).

Kemudian, ia bersama rekannya pun langsung mengikuti korban dan melakukan aksi tersebut. Ia mengaku bahwa pemukulan yang dilakukannya hanya tiga kali sehingga dirinya tidak tahu kalau korban meninggal dunia. Setelah aksi tersebut, ia pun melarikan diri dengan membawa motor milik korban.

Selama pelarian, ia mengaku tinggal di Lampung. Namun, baru beberapa hari ini pulang ke Palembang karena menurutnya polisi sudah tidak mencarinya lagi. "Saya kira polisi sudah lupa tapi ternyata salah," tutupnya.

Sementara itu, Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel, AKBP Yoga Baskara mengatakan, penangkapan ini dilakukan dari informasi bahwa tersangka berada di Kabupaten Ogan Ilir (OI). Kemudian, petugas langsung melakukan penangkapan.

Pada saat penangkapan korban melakukan perlawanan hingga akhirnya dilumpuhkan dengan tembakan tepat di kedua kakinya. "Tersangka terancam dijerat hukuman tentang pembunuhan berencana. Kami juga tengah mencari rekan tersangka yang masih DPO," tutupnya.

(lim/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up