JawaPos Radar

Kolaborasi Pemprov Sumut Kolaborasi dan KPPU untuk Lindungi Pengusaha

11/10/2018, 20:02 WIB | Editor: Budi Warsito
Kolaborasi Pemprov Sumut Kolaborasi dan KPPU untuk Lindungi Pengusaha
Wakil Gubernur Sumatera Utara, Musa Rajekshah bersama Pelaksana Tugas Deputi Pencegahan KPPU, Ahmad Taufik. (Prayugo Utomo/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) dan ‎Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) siap melindung para pelaku usaha dari peraturan-peraturan Pemerintah Kabupaten/Kota dan Pemprov Sumut, yang dinilai memberatkan. 

Hal itu, disampaikan oleh Wakil Gubernur Sumatera Utara, Musa Rajekshah alias Ijeck dalam acara ‎Sosialisasi Penggunaan Daftar Periksa Kebijakan Persaingan Usaha di Medan, Kamis (11/10). Ia berharap, Pemerintah Kabupaten/Kota dan Pemprov Sumut benar-benar mengikuti peraturan dan Peraturan Gubernur (Pergub) dan tidak menyalahi yang diatur oleh Undang-undang yang ada tentang Pengawas Persaingan Usaha.

"Kita harapkan, KPPU sebagai mitra kita kontrol sebagai peraturan kita buat. Dan kita harapkan peraturan kita keluarkan tidak memberatkan pada pengusah-pengusah kita dan melindung suatu jalan. Supaya pengusaha kita maju dan berkembang," jelas Ijeck,

Ijeck juga mengatakan, Pemprov Sumut akan mempermudah pelaku usaha. Dengan hal itu, pengusaha bisa didorong untuk memajukan usahanya dan perekonomiannya berkembang secara kompetitif.

"Kami coba melihat, Pergub yang mana sudah dikeluarkan sebelumnya. Mana Pergub sudah baik kita lanjutkan. Yang Pergub belum sempurna, akan kita tinjau ulang kembali bersama kawan-kawan di DPRD," ungkapnya. 

Ijeck yang juga menjadi bagian dari pengusaha menjelaskan, pemahaman tambahan bagi pemerintah selaku pemegang kebijakan dan pelaku usaha usaha mengikuti kebijakan tersebut. "Sebelum saya disini, saya juga pelaku usaha bagian dari masyarakat. Sebagai pengusaha pun memang, kita merasa selama ini tidak ada kehadiran pemerintah dan tidak begitu terasa dari para pelaku usaha. Pemerintah baru ada ketika ada berkaitan retribusi, izin, peraturan dan lainnya yang berhubungan dengan pemerintah," ungkap laki-laki pehobi balap rally itu. 

Sementara itu Pelaksana Tugas Deputi Pencegahan KPPU, Ahmad Taufik mengatakan, dalam acara yang melibatkan sejumlah narasumber baik dari Pemprov Sumut maupun Universitas Sumatera Utara (USU) bertujuan menciptakan instrumen untuk membuat kebijakan yang mampu melindung pelaku usaha sendiri.

"Apa regulasi selaras dengan persaingan sehat atau tidak?. Bisa dicek dengan daftar pernyataan. Bisa dilihat dengan yang sesuai atau tidak sesuai. Target akhir kita regulasi kita, dengan persaingan usaha yang sehat dan menghasil sektor kompetitif. Dengan indikator utama, harga terjangkau masyarakat dan produk selalu tersedia," ungkap Taufik.

Taufik mengharapkan, ada kebijakan atau peraturan yang terciptakan untuk melindungi dan mencegah pelaku usaha untuk tidak melakukan kecurangan dalam mengembangkan usahanya. Begitu juga, KPPU dan Pemerintah setempat harus berjalan bersama untuk sama-sama melindung pengusaha.

"Dengan keberadaan pakar dan kita. Kemudian, Pemangku kebijakan mengetahui peraturan persaingan usaha yang ada. Apa yang kebijakan dan yang dikeluarkan selaras dengan undangan-undang yang ada," tandasnya.

(pra/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up