JawaPos Radar

Dua Wilayah Ini Paling Parah Terkena Guncangan Gempa Situbondo

11/10/2018, 19:55 WIB | Editor: Imam Solehudin
gempa situbondo
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho ketika memberikan keterangan pers di Jakarta, Kamis (11/10) (Yesika Dinta/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Dua minggu pascabencana di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah, gempa kuat kembali mengguncang wilayah lain di Indonesia. Dini hari tadi, Kamis (11/10) gempa 6,3 SR melanda Situbondo, Jawa Timur hingga menyebabkan tiga orang meninggal dunia.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho menegaskan, kedua gempa tidak saling berkaitan. Sebab, pusat gempa Situbondo dan Palu berbeda.

"Jadi, jika ada yang menanyakan apakah itu berhubungan, saya tegaskan tidak ada kaitannya antara gempa Situbondo dengan gempa Palu," ujarnya saat menggelar konferensi pers di Graha BNPB, Jalan Pramuka, Jakarta Timur, Kamis (11/10).

Dia menyebut ada dua wilayah terparah yang merasakan dampak dari gempa itu. “Kepulauan Sapudi dan Sumenep (paling parah), paling dekat dengan pusat gempa," kata dia.

Data sementara dampak gempa, tiga warga Sumenep meninggal dunia. Mereka adalah Nuril Kamiliya, 7, Nadhar, 55, dan Buhama, 65. Seluruh korban berasal dari desa yang sama, Desa Prambanan, Kecamatan Gayam, Sumenep.

Selain itu, sebanyak 8 orang luka-luka di Kecamatan Gayam, Sumenep. Kerusakan pun menimpa 51 unit rumah, 2 fasilitas kesehatan, 8 fasilitas pendidikan, 7 tempat ibadah, satu gedung toko, dan satu kantor yaitu di Sumenep, Situbondo, Jember, dan Jembrana Bali.

“Jika melihat data-data kerusakan dan dampaknya, kemungkinan tidak ada korban meninggal yang bertambah. Namun, kerusakan-kerusakan bangunan diperkirakan masih bertambah,” tegas Sutopo.

Sebelumnya diberitakan, episenter gempa bumi terletak pada koordinat 7,47 LS dan 114,43 BT. Tepatnya berlokasi di laut pada jarak 55 kilometer arah timur laut Kota Situbondo, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur pada kedalaman 12 kilometer. Gempa terjadi pada pukul 01.57, Kamis (11/10).

Saat itu, masyarakat yang sedang tertidur berhamburan keluar rumah menghindari guncangan yang terasa selama 2-5 detik.

(yes/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up