JawaPos Radar

Recovery Dampak Siklon Cempaka di Jogja Telan APBN Rp 70 Miliar

11/10/2018, 18:23 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Badai Siklon Cempaka
ILUSTRASI: Dampak badai Siklon Cempaka di Kota Jogjakarta pada akhir 2017 silam. (Tika Hapsari/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com – Biaya untuk rehabilitasi dan rekonstruksi (RR) akibat bencana badai Siklon Cempaka di Jogja pada akhir 2017 silam menyedot anggaran sedikitnya Rp 70 miliar. Anggaran tersebut yang diajukan ke pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIJ Biwara Yuswantana mengatakan, secara rinci anggaran dari APBN yang sudah diverifikasi melalui RR BNPB sebesar Rp 70.783.700.000. "Ya ini APBN, alokasi," katanya, Kamis (11/10) sore.

Anggaran sebesar itu digunakan untuk memperbaiki fasilitas-fasilitas umum. Seperti Jalan nasional Baron-Tepus, jalan Poncosari-Kretek, Palbapang-Samas, Sampakan -Singosaren, Sedayu-Pandak, dan lainnya.
"Untuk perbaikan jembatan, seperti rekonstruksi jembatan Pentung (Siluk-Kretek), jembatan Sindutan (Sindutan- Congot), dan lainnya," katanya.

Selain anggaran APBN lebih dari Rp 70 miliar, juga ada dana sebesar Rp 35 miliar. Dana ini juga untuk RR yang diambil dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) DIJ.

Dana dari APBD DIJ ini juga digunakan untuk perbaikan infrastruktur umum. Terutama yang menjadi kewenangan dari Pemerintah Daerah DIJ. Baik itu perbaikan jalan, talud, maupun jembatan. "Untuk yang dibiayai oleh APBD, kebanyakan sudah selesai. Ada beberapa yang sudah 80 persen," ucapnya.

Untuk diketahui badai Siklon Cempaka yang menerpa wilayah DIJ dirasakan pada akhir 2017 lalu. Setidaknya 11 orang meninggal dunia akibat bencana ini. Serta kerusakan infrastruktur yang banyak dialami di 4 kabupaten dan 1 kota.

(dho/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up