JawaPos Radar

Pulang Tanpa Medali, Mahmoud Zohud: Palestina Kuat dan Masih Eksis!

11/10/2018, 17:51 WIB | Editor: Banu Adikara
Asian Para Games 2018, INAPGOC, Kemenpora, Indonesia, Mahmoud Zohud, Palestina
Atlet tunggal Palestina di Asian Para Games 2018 Mahmoud Zohud gagal membawa pulang medali untuk negaranya. Meski demikian, ia tetap bangga. (Isa Bustomi/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Air mata menggenang di pelupuk mata Mahmoud Zohud seiring ia meninggalkan Stadion Utama Gelora Bung Karno dengan kursi rodanya. Atlet difabel asal Palestina yang merupakan satu-satunya perwakilan negaranya di Asian Para Games 2018 itu gagal membawa pulang medali buat negaranya, Kamis (11/10).

Bertanding di cabang para atletik nomor tolak peluru kategori T55, Mahmoud harus puas meninggalkan Indonesia dengan tangan hampa. Meski demikian, Mahmoud punya kebanggaan sendiri di Asian Para Games 2018: kehadirannya menandakan bahwa Palestina masih eksis hingga saat ini.

"Saya mengirimkan pesan ke seluruh dunia. Palestina kuat. Kami masih ada. Kami juga bagian dari Asia meski masih dalam masalah. Setidaknya satu dari kami bisa menjadi perwakilan ajang besar ini," katanya.

Asian Para Games 2018, INAPGOC, Kemenpora, Indonesia, Mahmoud Zohud, Palestina
Zohud menjadi satu-satunya atlet yang datang ke Asian Para Games 2018 lantaran kawan-kawan seperjuangannya tertahan di negara mereka karena konflik yang tengah memanas dengan Israel (Bintang Rahmat/JawaPos.com)

Seperti yang sudah diketahui, Mahmoud seharusnya tidak datang sendirian ke Asian Para Games 2018. Namun, para atlet Palestina yang lain terpaksa urung berangkat ke Jakarta karena dalam proses keberangkatan mereka tertahan oleh tentara Israel di jalur perbatasan.

Mahmoud berhasil sampai di Jakarta karena ia tidak berangkat dari negaranya. Pada saat keberangkatannya, Mahmoud kala itu sedang berlibur di Uni Emirat Arab. Lantaran kondisi Palestina dan Israel memanas, Mahmoud terpaksa mengurungkan niatnya untuk pulang, dan memilih bertahan di Dubai dan terbang ke Indonesia.

Tiba di Indonesia seorang diri ternyata tidak menyurutkan semangat Mahmoud. Ditemani istrinya, Mahmoud tetap turun ke gelanggang untuk berjuang demi negaranya. Walau tidak memberikan hasil, Mahmoud tetap bangga sebagai wakil tunggal Palestina yang hadir di pesta olahraga penyandang disabilitas terbesar di Asia tersebut.

"Saya datang ke sini sebagai wakil Palestina, untuk memberi tahu ke seluruh dunia kami punya tim yang kuat meski tidak memiliki tempat latihan. Kami terkurung dari dunia luar. Teknologi kami terbatas. Tapi kami ada," tutupnya.

(isa/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up