JawaPos Radar

Desa Kepuhsari Jadi Pusat Studi Wayang

11/10/2018, 17:39 WIB | Editor: Mohamad Nur Asikin
Desa Kepuhsari Jadi Pusat Studi Wayang
Berbagai inovasi dibuat oleh Desa Kepuhsari untuk menarik minat wisatawan asing maupun lokal berkunjung ke daerahnya. (Dok. Kemendes)
Share this image

JawaPos.com - Desa Kepuhsari, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri, dikenal sebagai Kampung Wayang karena secara turun-temurun warga desa menggantungkan hidupnya sebagai perajin wayang kulit dan seniman dalang.

Desa tersebut sudah cukup dikenal sebagai pusat studi wayang di Indonesia. Tidak sedikit turis mancanegara yang berkunjung dan ingin belajar cara membuat wayang dari kulit.

Predikat sebagai Kampung Wayang terus dijaga kelompok sadar wisata (pokdarwis) setempat. Salah satunya dengan menguatkan kapasitas kelompok perempuan dan remaja dengan keterampilan yang dapat mencukupi kebutuhan layanan wisata. Misalnya, keterampilan berbahasa asing dan tata boga.

Pengurus Pokdarwis Retno Lawiyani mengatakan, dulu wayang hanya dijual kepada para dalang kondang, kolektor, dan galeri seni. Sekarang mereka melengkapinya dengan workshop untuk pertunjukan wayang bagi para turis. ’’Bahkan, sekarang telah berkembang menjadi paket homestay,” ujar Retno.

Dia berharap dana desa dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) bisa digunakan untuk memperbaiki fasilitas jalan menuju 32 homestay di Desa Wayang.

’’Kami mengusulkan dana desa untuk membangun papan nama dan tugu-tugu khas perwajahan wayang di 15 gang masuk desa. Dana desa juga bisa digunakan untuk memperluas jaringan internet agar kami bisa promosi ke seluruh dunia,” sebutnya.

Kemendes PDTT terus mencanangkan Program Inovasi Desa (PID) untuk mendorong Gerakan Inovasi Desa dalam rangka percepatan dan optimalisasi serta efektivitas penggunaan dana desa.

’’Dalam tiga tahun terakhir, pembangunan desa sangat masif. Kami mengajak seluruh masyarakat desa untuk berperan aktif dalam menyukseskan Program Inovasi Desa dan mendukung Gerakan Inovasi Desa,’’ ujar Dirjen Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (PPMD) Kemendes PDTT Taufik Madjid.

(tih/wir/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up