JawaPos Radar

‎Eks Pengacara Habib Rizieq Somasi Amien Rais

11/10/2018, 16:59 WIB | Editor: Imam Solehudin
Amien Rais
Ketua Dewan Kehormatan PAN, Amien Rais ketika mendatangi Polda Metro Jaya, kemarin (10/10). Pernyataan Amien Rais agar Presiden Joko Widodo mencopot Kapolri berbuntut panjang. Politikus PDIP, Kapitra Ampera menyomasi Amien (Desynta/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Politikus PDI Perjuangan, Kapitra Ampera menyomasi Ketua Dewan Kehormatan PAN, Amien Rais. Somasi dilatari pernyataan Amien, yang meminta Presiden Joko Widodo mencopot Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

"Video sudah saya sebar di YouTube, Kapitra minta Amien Rais minta maaf ke Jenderal Tito‎. Waktunya 7x24 jam," ujar Kapitra saat ditemui di Posko Rumah Cemara, Jakarta, Kamis (11/10).

Menurut Kapitra, bila Amien Rais tidak meminta maaf ke Tito Karnavian, maka dirinya bakal mempolisikan mantan Ketua MPR itu. "Jadi itu somasi mulai hari ini, Kamis depan tidak melakukan itu (permintaan maaf) kami lapor ke pihak kepolisian," tegasnya.

Eks kuasa hukum dari Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab ini mempertanyakan alasan pernyataan Amien Rais. Yakni hanya berdasar laporan investigasi dari IndonesiaLeaks.

Kapitra mengklaim sudah mendapat informasi dari pihak kepolisian dan KPK, bahwa laporan IndonesiaLeaks adalah tidak benar. Sehingga dia menuntut Amien Rais segera meminta maaf.

"Kamu sudah konfirmasi ke semua enggak ada itu (Tito menerima uang). Itu hoaks, itu fitnah dan itu sampai lebih bau dari septic tank," ungkapnya.

Sebelumnya, Amien Rais mendatangi Polda Metro Jaya berkaitan dengan kasus kebohongan yang dilakukan aktivis Ratna Sarumpaet. Sebelum diperiksa Amien mengaku kepada awak media supaya Presiden Jokowi mencopot Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian.

Mantan Ketua MPR ini tidak memberikan alasan kenapa Presiden Jokowi mendepak Tito dari jabatan Kapolri. Dia hanya mengatakan saat ini banyak polisi-polisi yang berkualitas untuk menjadi Kapolri.

Adapun sejumlah media nasional yang berkolaborasi dalam IndonesiaLeaks, merilis hasil investigasi mengenai kasus korupsi, yang diduga melibatkan para petinggi penegak hukum di negeri ini.

Salah satu yang disorot adalah munculnya nama Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Dalam dokumen investigasi yang dirilis IndonesiaLeaks, Tito diduga paling banyak mendapat duit dari Bos CV Sumber Laut Perkasa, Basuki Hariman. Baik secara langsung maupun melalui orang lain.

Daftar penerimaan itu tercatat dalam buku bank bersampul merah atas nama Serang Noor IR yang memuat indikasi aliran dana yang diduga untuk para pejabat negara, Bea Cukai, pejabat Polri, termasuk Tito Karnavian. Baik ketika Tito masih menjabat sebagai Kapolda Metro Jaya, Kepala BNPT pada Maret-Juli 2016 maupun ketika sudah dilantik sebagai kapolri.

Kemudian, muncul skenario penghilangan atau perusakan barang bukti oleh dua perwira menengah Polri yang menjadi penyidik di KPK (Ronald dan Harun). Buku catatan pengeluaran perusahaan pada 2015-2016 dengan jumlah Rp4,33 miliar dan US$ 206,100 ribu itu sudah tidak utuh lagi.

Sekitar 19 lembar catatan terkait aliran uang suap diduga sengaja dirusak dan dihilangkan.

Muncul dugaan bahwa motif utama perusakan dan penghilangan buku catatan keuangan CV Sumber Laut Perkasa, untuk mengaburkan atau menghapus nama besar petinggi penegak hukum yang mendapatkan transaksi ilegal dari perusahaan milik Basuki Hariman‎.

(gwn/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up