JawaPos Radar

Gempa Sulawesi Tengah

Masa Evakuasi Diperpanjang, Berikut Update Jumlah Korban

11/10/2018, 16:46 WIB | Editor: Imam Solehudin
Sutopo Purwo Nugroho
Kepala Pusdatinmas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho saat menggelar konferensi pers terkait H+13 pascabencana Sulawesi Tengah, di Graha BNPB, Jakarta Timur, Kamis (11/10) (Yesika Dinta/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Masa evakuasi korban bencana gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah batal dihentikan hari ini. Berdasar rapat koordinasi yang dilakukan pagi tadi, masa pencarian diperpanjang hingga Jumat (12/10).

Kepala Pusdatinmas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, hal tersebut merupakan permintaan sejumlah anggota masyarakat yang masih ingin mencari keluarganya.

“Pada rapat 8 Oktober yang lalu, disepakati evakuasi harus sudah dihentikan pada hari ini 11 Oktober karena pertimbangan-pertimbangan medis, psikologi, sosial, dan agama. Namun masih adanya beberapa masyarakat yang meminta evakuasi dilakukan maka diperpanjang 1 hari. Besok sudah betul-betul harus berhenti,” ujarnya dalam konferensi pers yang digelar di Graha BNPB, Kamis (11/10).

Dia melaporkan, data terakhir BNPB per hari ini, Kamis (11/10) pukul 13.00 WIB, korban meninggal dunia sudah mencapai 2.073 jiwa. Rinciannya, yaitu 171 di Donggala, 1.663 di Palu, 223 di Sigi, 15 di Parigi Moutoung dan 1 orang di Pasang Kayu.

Menurutnya, korban mayoritas ditemukan di Kota Palu, karena daerah tersebut banyak permukiman. Tsunami menyebabkan ribuan korban jiwa tertimbun dan sulit dievakuasi.

“Kerusakan paling parah karena terjangan taunami, bayangkan (tinggi tsunami) 11,3 meter. Kita lihat material lumpur yang ada di sepanjang pantai begitu banyak,” kata dia.

Sutopo menyebutkan, seluruh jenazah telah dimakamkan. Sebarannya, yakni 994 jenazah dimakamkan massal di TPU Paboya dan TPU Pantoloan, serta 1.079 sisanya di pemakaman keluarga.

Sementara itu, masih ada 2.549 korban mengalami luka berat dan 8.130 luka ringan yang masih menjalani perawatan di rumah sakit. Kemudian, korban hilang sebanyak 680 orang yang terlaporkan, di Palu 652 orang, Sigi 12 orang, Donggala 14 orang, dan Parigi Moutong 8 orang.

Data pengungsi kini tercatat 87.725 orang dengan rincian 78.994 jiwa mengungsi di 112 titik di Palu dan Donggala. Evakuasi pengungsi ke luar Sulawesi Tengah sudah dilakukan terhadap 18.353 orang. Mereka diangkut melalui udara sebanyak 16.224 orang, dan laut 1.908 orang.

“Sebaran pengungsi paling banyak adalah di wilayah Kota Palu. Sebagian masyarakat telah kembali ke rumahnya, evakuasi ke luar Kota Palu, ada yang ke Makassar, Balikpapan, Gorontalo, Manado, dan Jakarta,” pungkasnya.

(yes/JPC)

Alur Cerita Berita

Lihat semua

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up