JawaPos Radar

Eni Sebut Dirut PLN Akan Dapat 'Durian Runtuh' dari Proyek PLTU Riau-1

11/10/2018, 16:44 WIB | Editor: Kuswandi
Eni Saragih
Eni Saragih usai menjalani pemeriksaan di kantor KPK Jakarta, Selasa (24/5) (Intan Piliang/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Eni Maulani Saragih kembali mengungkap fakta baru terkait kasus suap proyek kerjasama PLTU Riau-1. Informasi tersebut disampaikannya saat bersaksi dalam sidang lanjutan perkara ini dengan terdakwa pemegang saham Blackgold Natural Resources Ltd, Johannes Budisutrisno Kotjo.

Eni menyebut Direktur Utama PT PLN Sofyan Basir, akan mendapat rezeki paling besar dari proyek PLTU Riau-1. Adanya kabar itu diakui Eni didengar langsung dari Sofyan.

“Saya sampaikan ada sesuatu, karena pekerjaan ini (PLTU Riau-1) nantinya kalau sudah selesai oleh Kotjo, Pak Sofyan dapat yang paling the best lah, paling banyak,” ungkapnya saat bersaksi di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Kamis (11/10).

Eni mengatakan pembahasan mengenai rezeki besar itu dibahas di Hotel Fairmont, Jakarta pada (3/7). Bahkan, pertemuan tersebut dihadiri Eni, Sofyan Basir dan Kotjo.

Menurut Eni, pertemuan itu membahas finalisasi proyek PLTU Riau-1 yang rencananya akan digarap konsorsium yang terdiri dari Blackgold, PT Samantaka, PT Pembangkitan Jawa-Bali Investasi.

Lebih lanjut, Eni mengatakan hasil pertemuan tersebut kemudian dia sampaikan kepada Plt Ketua Umum Partai Golkar Idrus Marham keesokan harinya, (4/7) melalui telepon.

Kepada Idrus, Eni mengatakan semua isi pertemuan, termasuk Eni meminta Sofyan Basir bicara kepada Kotjo agar mantan Sekjen Partai Golkar tersebut juga diperhatikan dalam proyek ini.

“Saya juga bilang, sudah saya minta supaya Pak Sofyan, bilang ke Pak Kotjo supaya memperhatikan Pak Idrus,” ucap Eni.

Selain itu, Politisi Golkar ini juga menyampaikan kepada Idrus perihal rezeki besar dari PLTU Riau-1 yang akan didapat oleh Sofyan. Namun, ternyata dalam pertemuan itu, Sofyan meminta agar rezeki itu dibagi secara merata.

“Pak Sofyan bilang enggaklah, disampaikan pada saat itu, ya sudah nanti kita bagi bertiga yang sama,” imbuhnya.

Dalam perkara ini, KPK mendakwa Kotjo memberikan suap Rp 4,75 miliar kepada Eni untuk mendapatkan proyek PLTU Riau-1. Menurut jaksa, Eni beberapa kali memfasilitasi pertemuan antara Kotjo dan Direksi PLN termasuk Sofyan Basir untuk membantu Kotjo mendapatkan proyek PLTU tersebut.

(ipp/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up