JawaPos Radar

Kunjungi Palu, Arcandra Sebut Kelistrikan Sudah Pulih 100 Persen

11/10/2018, 16:43 WIB | Editor: Saugi Riyandi
Kunjungi Palu, Arcandra Sebut Kelistrikan Sudah Pulih 100 Persen
Wamen ESDM Arcandra Tahar kunjungi Palu cek kondisi kelistrikan (istimewa)
Share this image

JawaPos.com - Hari ini, Wakil Menteri (Wamen) Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar, bertolak ke Palu memastikan pasokan listrik, BBM, LPG, dan kondisi kegeologian di wilayah terdampak bencana gempabumi, likuifaksi dan tsunami di Palu, Donggala dan Sigi, Sulawesi Tengah aman terkendal. Saat ini, 100 persen gardu induk dan seluruh penyulang (feeder) di Palu sebanyak 45 unit telah berhasil dipulihkan oleh tim gabungan PLN.

"Daya mampu pembangkit juga sudah 101 MW, yang berasal dari 2 pembangkit," ujar Arcandra dalam keterangannya, Kamis (11/10).

Arcandra menyebut, 66 genset telah disediakan membantu penerangan di Palu, Sigi dan Donggala dengan masing-masing kapasitas 5,5 kW. Dia berharap kelistrikan bisa segera pulih seperti semula yaitu 125 megawatt (MW).

Sementara itu, Direktur Bisnis Regional Sulawesi PLN Syamsul Huda menegaskan saat ini kondisi malam hari di Palu sudah terang. Menurutnya, semua ini tidak lepas dari kerja keras yang dilakukan oleh tim gabungan PLN untuk percepatan pemulihan listrik Palu, Donggala dan Sigi.

“Secara sistem, pasokan listrik untuk Palu, Donggala dan Sigi sudah siap untuk kami suplai kembali. Saat ini kami tengah berfokus untuk secara bertahap memperbaiki jaringan listrik dan gardu distribusi lainnya yang terhubung langsung dengan pelanggan yang memang terdampak cukup parah akibat gempa," kata Huda.

Sedangkan, SPBU yang sudah beroperasi sebesar 92 persen. Dari jumlah itu, 10 SPBU juga beroperasi 24 jam. Kemudian, masih ada tiga SPBU yang rusak dan akan diperbaiki sesingkat-singkatnya hingga bisa pulih seperti sedia kala.

"Stok BBM hingga hari ini terpantau aman dan tidak ada antrian. Stok solar 25 hari, avtur 22 hari, bensin 2 minggu lebih cukup untuk kebutuhan BBM di Palu, Donggala, Sigi," katanya.

Untuk penyediaan LPG, Pertamina meminta seluruh agen menyalurkan LPG 3 kg atau subsidi. Untuk menambah jaminan pasokan LPG, juga dilakukan operasi pasar sebanyak 94 kali sejak 3 Oktober.

"Total operasi pasar LPG sudah 94 kali. Khusus hari ini sejumlah 31 titik operasi pasar LPG juga dilakukan di Palu, Donggala dan Sigi," jelas Arcandra.

Wamen Arcandra juga meninjau Kelurahan Balaroa, Palu Barat yang merupakan salah satu lokasi terdampak likuifaksi di Kota Palu. Arcandra menyampaikan tim Kementerian ESDM khususnya melalui Badan Geologi akan memetakan kembali daerah yang aman untuk ditinggali di wilayah Palu dan sekitarnya.

“Tim kita akan turun, memetakan kembali daerah yang aman untuk ditinggali dan mana daerah yang rawan likuifaksi,” ungkapnya.

Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, Rudy Sehendar, mengungkapkan Badan Geologi sebelumnya pada 2012 telah memetakan jalur yang melewati Petobo dan Balaroa ini sebagai wilayah dengan potensi likuifaksi tertinggi.

"Berbagai survey telah kami lakukan, di daerah ini tebal lapisan alluvial hingga 14 m, di beberapa tempat kumulatif lapisan pasirnya hingga 7,2 meter, itu kami temui di Petobo," jelas Rudy.

Rudy menyebut, dengan kondisi tersebut diikuti pergerakan lumpur, terjadilah semacam turbulensi karena diatasnya ada material/beban, mengakibatkan likuifaksi yang massif. Ke depan, kata Rudy, wilayah ini akan menjadi memorial fact, tidak akan dihuni lagi.

"Area ini akan mulai ditimbun, untuk dijadikan memorial park dalam bentuk luar terbuka hijau. Saat ini kita sedang menunggu bondering areanya," ujar Rudy.

Arcandra menyampaikan sebanyak 313 personel ESDM Siaga Bencana yang terdiri dari 200 tim rescue, 15 dokter, 43 paramedis, 30 operator dan 25 supporting tim diturunkan, dibantu 40 alat berat untuk evakuasi korban.

"Tercatat sejak 1-10 Oktober 2018, sebanyak 205 jenazah berhasil dievakuasi bersama oleh tim siaga bencana ESDM. Sebanyak 3.289 pasien juga telah tertangani oleh tim medis Siaga Bencana ESDM," pungkas Arcandra.

(srs/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up