JawaPos Radar

Putri Pendiri Roti Bakar Eddy Ungkap Rahasia Kesuksesan Sang Ayah

11/10/2018, 16:21 WIB | Editor: Erna Martiyanti
Putri Pendiri Roti Bakar Eddy Ungkap Rahasia Kesuksesan Sang Ayah
Berawal dari gerobak dorong, kini Roti Bakar Eddy miliki banyak cabang. (Gobang Mahardhika/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Roti Bakar Eddy pertama kali berdiri di kawasan kampus Al-Azhar Jakarta Selatan. Lokasi itu pun terkenal untuk tempat hangout kawula muda ibu kota. Kini tak hanya di satu lokasi Roti Bakar Eddy kian menjamur di berbagai tempat.

Di balik kesuksesan Roti Bakar Eddy ternyata juga memiliki cerita tersendiri. Putri kedua pendiri Roti Bakar Eddy, Risdianti berbagi kisah sang ayah Edi Supardi merintis karirnya. 

Menurutnya, sang ayah merupakan sesosok pria yang tangguh. Edi mulai mendirikan usahanya sejak tahun 1971 dengan gerobak dorong dan berkeliling kampung.

"Alhamdulillah ya Mas, bapak memang luar biasa. Memang bapak mulai usahanya dari nol. Dari tahun 1971 bapak dorong gerobak sampai berpindah ke 13 tempat," tutur Risdianti pada JawaPos.com saat ditemui di sekitar TPU Jeruk Purut, Jakarta Selatan Kamis (11/10)

Risdianti juga menambahkan, sebelum berjualan roti bakar keliling, sang ayah sempat ikut bekerja dengan orang pada tahun 1966. Pada akhirnya Edi memutuskan untuk membuka usahanya sendiri pada 1971.

"Dulu bapak pernah ikut orang itu di tahun 1966, nah pada tahun 1971 bapak akhirnya memutuskan untuk membuka usaha sendiri. Saya sebagai anak juga ikut merasakan manfaat dari hasil kerja keras bapak selama ini," ucanya.

Risdianti juga bercerita bahwa sang ayah tidak tamat Sekolah Dasar (SD). Namun usaha gigih almarhum Edi Supardi membuahkan hasil. Usahanya kini terkenal hingga mempunyai beberapa cabang.

"Bapak itu memang luar biasa. Bapak itu tidak sekolah, bahkan SD juga tidak lulus, tapi dia orangnya welcome sekali terhadap semua pelanggannya," ungkap Risdianti.

Sementara Risdianti mengaku belum bisa mengikuti sifat ayahanda yang sangat dekat dengan pelanggan. Sampai-sampai, almarhum hafal rumah dan kantor para pelanggannya.

"Orang yang datang bisa langsung akrab dengan beliau. Almarhum itu bisa hafal dari mulai menu pesanan pelanggan, orang kerja di mana, bahkan tempat tinggal pelanggan itu beliau hafal. Saya sebagai penerus juga belum tentu bisa seperti beliau," ucapnya.

(ce1/dik/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up