JawaPos Radar

Pilpres 2019

Koalisi Jokowi Respons Pidato Sindiran Prabowo, Salah Alamat

Elite Negara Disebut Cari Keuntungan Pribadi

11/10/2018, 16:15 WIB | Editor: Estu Suryowati
Koalisi Jokowi Respons Pidato Sindiran Prabowo, Salah Alamat
Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto mengatakan elite negara saat ini hanya mencari keuntungan untuk kelompok dan keluarga. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto kembali menyoroti kondisi ekonomi di Indonesia. Dia menyatakan elite-elite negara tidak peduli kepada masyarakat dan hanya mencari keuntungan untuk kelompok pribadi atau keluarganya.

Saat dikonfirmasi, Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin, Misbakhun mengatakan ‎bila ditelusuri sejarah dan latar belakang kehidupan politik dan pribadinya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) justru jauh dari intrik politik dan permainan dunia usaha yang rumit.

"Kerja politik Pak Jokowi melalui program pembangunan di semua sektor dan bidang. Selalu untuk meningkatkan kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia di seluruh pelosok tanah air. Anak-anak beliau tidak bersentuhan dengan bisnis pemerintah. Mereka berwirausaha yang mendiri di sektor kuliner," ujar Misbakhun saat dihubungi, Kamis (17/10).

Menurut Misbakhun, sejarah politik Presiden Jokowi tidak panjang. Berawal sebagai Wali Kota Surakarta di awal 2000-an, lalu berlanjut sebagai Gubernur DKI Jakarta pada 2012, kemudian menjadi Presiden Indonesia pada 2014. Demikian pula sejarah beliau sebagai pebisnis mebel.

"Sungguh mengherankan dan mengagetkan kalau ada capres (Pak Prabowo) yang mengatakan bahwa ada elite pemimpin nasional yang menjadi pengkhianat untuk kepentingan kelompok dan keluarganya. Maka menjadi pertanyaan bagi Pak Prabowo, statement peringatan tersebut ditujukan kepada siapa dan dalam kepentingan apa," katanya.

Untuk itu menurut Misbakhun, sangat mengherankan kalau Prabowo sebagai capres mengingatkan adanya elite pemimpin nasional sebagai pengkhianat.

"Karena ini lebih tepat ditujukan kepada pribadi beliau sebagai bahan kontemplasi dan renungan supaya tidak terjadi lagi pada siapa pun yang ingin menjadi pemimpin nasional di masa yang akan datang," katanya.

‎Sebelumnya calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto menghadiri rapat kerja nasional (Rakernas) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) 2018. Dalam pidatonya, Prabowo menyoroti keadaan ekonomi Indonesia yang menurutnya saat ini semakin susah.

Prabowo Subianto juga menyinggung para elite negara, yang menurutnya seakan tidak peduli kepada masyarakat dan hanya mencari keuntungan untuk kelompok atau keluarganya.

Ia menegaskan, bahwa Indonesia adalah bangsa yang besar. Bangsa yang memiliki berbagai sumber daya alam, manusia, dan kekayaan. Menurutnya, sudah seharusnya dengan sumber daya alam dan manusia yang melimpah tersebut menjadi aset yang menyejahterakan rakyatnya.

(ce1/gwn/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up