JawaPos Radar

Pemerintah Targetkan 500 Ribu Operasi Katarak Setiap Tahun

11/10/2018, 15:45 WIB | Editor: Dida Tenola
Pemerintah Targetkan 500 Ribu Operasi Katarak Setiap Tahun
Menkes Nila F. Moelok saat meninjau pemeriksaan mata gratis oleh Komite Mata Nasional di Surabaya, Kami (11/10) (Aryo Mahendro/ JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com- Pemerintah telah meluncurkan aplikasi Sistem Informasi Penanggulangan Gangguan Pengelihatan (Sigalih), Selasa lalu (9/10). Aplikasi tersebut, digadang-gadang mampu menekan angka penderita katarak di Indonesia. 

Aplikasi Sigalih membantu mencegah potensi bertambahnya penderita katarak. Selain itu, dengan adanya aplikasi tersebut, pemerintah berharap dapat mencapai target Vision 2020 dengan 200 surgery rate (tingkat pengobatan melalui operasi) pada penderita katarak. 

Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek menjelaskan, dari angka tersebut, pemerintah menetapkan target 500 ribu operasi katarak per tahun. Meski, sebenarnya angka tersebut belum sesuai standar World Health Organization (WHO). 

Standar yang ditetapkan WHO adalah 350 surgery rate bagi sekitar 250 juta penduduk Indonesia. Artinya, Kemenkes perlu melakukan operasi katarak, sedikitnya bagi 750 ribu penderita per tahun. "Ya, harapan kami, Indonesia dapat mencapai target Vision 2020 melalui aplikasi itu. Tapi, tetap kami akan perhitungkan kekuatan,"jelas Nila di Gedung Graha Puslitbang Humaniora dan Kesehatan, Surabaya, Kamis (11/10). 

Kekuatan yang dimaksud adalah ketersediaan tenaga medis dan finansial. Untuk itu, Nila menyatakan, pemerintah akan tetap melakukan operasi katarak minimal 500 ribu penderita per tahun. 

Nila punya alasan sendiri terkait perhitungan tersebut. Dia mengatakan, jika dipaksakan melakukan operasi kepada 750 ribu penderita per tahun, pemerintah akan kesulitan menangani tingginya jumlah penderita katarak. 

Padahal, pemerintah punya target menyembuhkan 1 juta penderita katarak. Apalagi, jika ingin mencapai target Vision 2020, jumlah penderita katarak di Indonesia harus turun setidak 0,5 persen dari jumlah tersebut. "Kalau dipaksakan operasi katarak kepada 750 ribu penderita per tahun, tahun depan malah jadi backlog (perbedaan jumlah kemampuan pemerintah melakukan operasi dengan penderita katarak, Red) sebanyak 1,5 juta penderita," tambah Nila.

 

(HDR/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up